Kantor Kemenag Kulon Progo Optimalkan Pengelolaan Zakat Lewat Berbagai Inovasi

Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Kankemenag Kulon Progo, Haris Widiyanto mengatakan setidaknya ada 3 program yang digencarkan untuk optimalisasi

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Humas Kankemenag Kulon Progo
Kepala Kankemenag Purworejo Aziz Muslim (kedua dari kiri) dan Kepala Kankemenag Kulon Progo Wahib Jamil (kedua dari kanan) saat pertemuan pada Rabu (27/09/2023) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo terus berupaya mengoptimalkan penerimaan hingga pengelolaan zakat dan wakaf.

Optimalisasi tersebut dilakukan lewat berbagai inovasi program.

Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Kankemenag Kulon Progo, Haris Widiyanto mengatakan setidaknya ada 3 program yang digencarkan untuk optimalisasi pengelolaan zakat.

"Program tersebut adalah Gasku Melesat, Pena Wasiat, dan Jebol Pagar Lawanku," jelas Haris lewat keterangannya pada Minggu (01/10/2023).

Gasku Melesat merupakan akronim dari Gerakan Amal Shalih Kulon Progo Melalui Efektivitas demi Suksesnya Zakat.

Lewat program ini, penerimaan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kulon Progo dioptimalkan.

Selanjutnya adalah Pena Wasiat atau Peran dan Pergantian Agar Wakaf Semakin Maslahat.

Program ini memanfaatkan teknologi informasi dalam upaya digitalisasi pengelolaan wakaf.

Terakhir adalah Jebol Pagar Lawanku atau Jemput Bola Pandu dan Garap Layanan Wakaf Kulon Progo.

Haris mengatakan lewat program ini layanan terhadap masyarakat lebih ditingkatkan.

"Jadi pelayanan wakaf akan semakin baik, efektif, dan efisien," ujarnya.

Kepala Kankemenag Kulon Progo, Wahib Jamil mengatakan inovasi program ini diimbangi lewat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD. Sinergi ini terwujud lewat terbitnya 2 Peraturan Daerah (Perda).

Keduanya adalah Perda Fasilitasi Pengelolaan Pesantren dan Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Masyarakat.

Perda ini sebagai respon atas kemajuan pembangunan yang terjadi di Kulon Progo.

"Apalagi Kulon Progo kini menjadi pintu gerbang DIY dengan hadirnya YIA, sehingga dampaknya perlu diantisipasi," kata Wahib.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved