Berita DI Yogyakarta Hari Ini
Shinta Obong Jadi Magnet Baru Wisata Malam di Prambanan
Shinta Obong rencananya akan menjadi pertunjukan rutin di riverside, Prambanan dan dihelat tiap Jumat malam.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Shinta diculik oleh Rahwana dan ditawan di Kerajaan Alengka.
Lalu datang Anoman sebagai utusan Rama untuk menyelematkan.
Pada akhirnya, Shinta memilih setia kepada suaminya, Rama.
Namun kesucian Shinta justru diragukan oleh Rama dan rakyat Ayodya.
Untuk membuktikan kesetiaan dan kesuciannya, Shinta kemudian melakukan tarian yang membara, dan mengubah api menjadi suci.
Api suci tersebut mengingatkan bahwa setiap perjuangan dan pengorbanan yang tulus dapat membawa kesucian dan keberkahan dalam hidup.
Baca juga: Pentas Ramayana Ballet di Purawisata Siap Bergulir Lagi Setelah 2 Tahun Terhenti
Adegan tersebut tergambar dalam pertunjukan " Shinta Obong " yang baru diluncurkan oleh PT Taman Wisata Candi (TWC) untuk menghibur para wisatawan baik lokal maupun mancanegara, di area Riverside, Prambanan.
Atraksi baru ini sedikit berbeda dibanding Ramayana dan Rara Jonggrang yang sudah ada sebelumnya.
Meski relatif singkat, dalam prosesnya, Shinta Obong mengkreasikan elemen ritual yang bukan hanya kreatif namun bersifat reflektif.
Kemasan pertunjukan juga memukau pasang mata dengan paduan tarian api.
"Jadi ada sebuah prosesi yang bermakna spiritual yang kemudian melibatkan juga pengunjung dan kita bisa lihat ada interaksi fire dance (tarian api) yang sebelumnya belum pernah dilakukan," kata Hetty Herawati, Direktur Pemasaran, Pelayanan dan Pengembangan Usaha PT TWC, saat Launching Shinta Obong di Prambanan, Jumat (29/9/2023) malam.
Shinta Obong terinspirasi dari tradisi legendaris dengan menggabungkan tarian api dan elemen spiritual.
Atraksi ini rencananya akan menjadi pertunjukan rutin di riverside, Prambanan dan dihelat tiap Jumat malam.
Tujuannya, untuk menambah daya tarik dan pengalaman berbeda di malam hari bagi wisatawan yang sedang berlibur di Yogyakarta.
Wisatawan bisa menikmati kemegahan Candi Prambanan, di siang hari.
Kemudian malamnya, diharapkan bisa menikmati atraksi baru, Shinta Obong, untuk melengkapi seni pertunjukan yang sudah ada sebelumnya.
Atraksi Shinta Obong ini dipentaskan outdoor dan digabungkan Food and Beverage (FnB) sehingga pengunjung bisa langsung menikmati hidangan malam dengan pemandangan candi Prambanan, selepas melihat pertunjukan.
"Kita mengharapkan ini menjadi sebuah daya tarik baru, magnet baru yang bisa menggairahkan pengunjung di Prambanan, khususnya di kawasan riverside Prambanan," katanya.
Sementara itu, Berlian Risqi yang merupakan Projek Leader Shinta Obong PT TWC, mengungkapkan, atraksi baru ini menjadi sangat unik karena baru kali pertama ada fire dance di tepian sungai Prambanan Yogyakarta dengan pemandangan Candi Prambanan yang sangat epic. Pengunjung akan disuguhi elemen magis dan spiritual saat menyaksikan pertunjukan.
"Kalau di (pertunjukan) Roro Jonggrang kita sangat terhibur dengan tarian-tariannya. Kemudian di Ramayana kita lebih menonjolkan legendarisnya dan di Shinta Obong ini lebih menunjukkan spiritual dan magisnya. Jadi diharapkan semua penonton dapat merasakan spiritual dari Candi Prambanan itu sendiri," kata dia.
Peluncuran Shinta Obong dihadiri sejumlah pengunjung dari lintas kalangan.
Satu di antaranya, Seniman yang juga dikenal sebagai Penari sejuta bakat, Didik Nini Thowok.
Menurut dia, pertunjukan Shinta Obong di Prambanan tentunya akan melengkapi pertunjukan yang sudah ada sehingga wisatawan memiliki banyak pilihan.
Baca juga: Sebanyak 117.808 Wisatawan Kunjungi Candi Prambanan Selama Ekshibisi KAWS:HOLIDAY
Apakah mau menikmati Ramayana dengan pertunjukan komplit atau cukup yang hanya episode-episode tertentu.
Dengan kehadiran Shinta Obong ini diharapkan akan menambah lama tinggal wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta .
"Selama ini kan selalu Jogja itu hanya dihampiri dari Bali, mampir semalam langsung pergi. Nah dengan ada pilihan-pilihan semacam ini, itu saya rasa sangat membantu pariwisata," kata dia.
Didik menilai pertunjukan Shinta Obong yang baru diluncurkan sudah bagus.
Penarinya luar biasa.
Namun demikian, Ia memberikan sedikit catatan mengenai desain kostum penari yang hampir semuanya seragam.
Menurut dia, perlu ada atribut khusus sehingga penonton awam dapat mudah mengenali mana Rahwana, Rama maupun Anoman dalam pertunjukan tersebut.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Shinta-Obong-Jadi-Magnet-Baru-Wisata-Malam-di-Prambanan.jpg)