4 Terapi Bagi Para Pecandu agar Stop Merokok

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk berhenti merokok adalah dengan terapi pengganti nikotin.

Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
ist
tips-stop-merokok 

TRIBUNJOGJA.COM - Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 yang diluncurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mencatat terjadi penambahan jumlah perokok dewasa sebanyak 8,8 juta orang, yaitu dari 60,3 juta pada 2011 menjadi 69,1 juta perokok pada 2021.

Meskipun prevalensi merokok di Indonesia mengalami penurunan dari 1,8 persen menjadi 1,6 persen .

Semua perokok pada dasarnya mengetahui bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan. Namun para pecandu rokok seringkali mengabaikan hal tersebut.

Meskipun mereka berusaha untuk berhenti, hal itu sulit dilakukan karena efek candu dari nikotin.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk berhenti merokok adalah dengan terapi pengganti nikotin.

Terapi ini memang tidak membuat anda dapat menghentikan kecanduan rokok secara otomatis, melainkan dengan membantu secara bertahap untuk lepas dari ketergantungan tersebut.

Prinsipnya adalah dengan melakukan penggantian nikotin dari rokok dengan benda lain yang juga mengandung nikotin, namun berkadar rendah dan tidak memiliki zat racun seperti rokok.

Baca juga: Waspadai Diabetes, Bisa Sebabkan Glaukoma dan Katarak pada Mata

Bagi Anda yang berniat berhenti merokok, namun sulit melakukannya, berikut terapi pengganti nikotin yang telah dilansir dari Health Promoting University Universitas Gadjah Mada (UGM).

1. Permen Karet Nikotin

Permen ini dapat dikunyah layaknya permen karet pada umumnya.

Terapi ini dapat dilakukan selama 20-30 menit mengunyah.

Tentu saja, penggunaan permen karet ini tidak boleh secara terus-menerus. Harus ada jangka waktu kapan dihentikannya.

2. Koyo Nikotin

Koyo nikotin berbentuk seperti koyo pada umumnya yakni berbentuk lembaran dan penggunaannya dengan cara ditempelkan di kulit untuk memberikan pengaruh nikotin yang biasanya didapatkan dari rokok.

Biasanya, pemakaian koyo ini ditempatkan pada bagian lengan untuk mengurangi efek ketergantungan nikotin dari rokok.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved