Berita Bantul Hari Ini

Rencana Kampung Batik Giriloyo Membuat Museum, Ruang Edukasi Sekaligus Implementasi

Pengelola Kampung Batik Giriloyo, Imogiri, Bantul, berencana membuat museum batik di wilayahnya.

Ist
Pengrajin batik Nur Ahmadi menjelaskan tentang batik produksinya di rumah batik Sekar Arum di Karangkulon RT 05 Kalurahan Wukirsari Imogiri Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pengelola Kampung Batik Giriloyo, Imogiri, Bantul, berencana membuat museum batik di wilayahnya.

Penewu Imogiri, Slamet Santosa, mengatakan museum ini akan menjadi wadah masyarakat belajar seluk-beluk batik di Jogja.

Apabila merunut perkembangannya, Giriloyo memiliki sejarah panjang pembuatan batik.

Awal mula berkembangnya Giriloyo menjadi tempat banyak warganya memproduksi batik, tidak lepas dari lokasinya yang berada di sekitar pusat Kerajaan Mataram Islam, yang kala itu berada di Pleret.

Kita berbicara tentang masa Sultan Agung Hanyokrokusumo, yang memerintah dari 1613 sampai 1645. Muncul dan berkembangnya peradaban membawa pengaruh pada kebutuhan dasar, termasuk pakaian.

Masyarakat Kerajaan Mataram Islam membutuhkan busana, termasuk untuk Raja, sentono atau keluarga raja, kawulo, dan masyarakat umum.

Kala itu, sudah banyak masyarakat yang menggunakan batik, sebagai identitas masyarakat Jawa. 

Kebutuhan pakaian memunculkan para abdi dalem yang membuat batik di Giriloyo.

Hubungan maupun interaksi antara anggota kerajaan semakin intens, lantaran makam para Raja berada tepat di sebelah Giriloyo.

Interaksi yang sedikit banyak mempengaruhi perkembangan produksi batik di daerah tersebut.

Sejarah ini yang salah satunya akan muncul dalam museum batik ke depannya.

“Dengan adanya museum, orang bisa tahu lebih lengkap proses pembuatan batik, apa saja maknanya, macam macam jenisnya, dan perkembangannya sampai sekarang,” kata Slamet.

Meski saat ini belum ada museum dalam bentuk bangunan, masyarakat sudah bisa mengunjungi living museum di Giriloyo.

Di living museum ini, masyarakat bisa belajar cara membatik dari awal sampai akhir.

Ada sebuah gazebo yang menjadi tempat para pembatik bekerja. Bagi yang tertarik, masyarakat bisa turut belajar sembari berpraktik.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved