Berita Pendidikan Hari Ini
Saat Butet Kartaredjasa Diskusikan Soal Masa Depan Bareng Murid SMP PL 1 Yogya
Apapun profesi yang ditempuh siswa-siswi di masa depan, kecintaan dan ketelatenan menjadi kunci utama, mengingat tantangan pasti berdatangan.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Budayawan dan seniman kawakan tanah air, Butet Kartaredjasa, berkesempatan melakoni sesi diskusi bersama siswa-siswi SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta , Jumat (1/9/2023) pagi.
Agenda dalam puncak perayaan 100 tahun SMP PL 1 Yogyakarta tersebut, dimanfaatkannya untuk membahas perihal masa depan, yang sontak disambut antusias oleh seluruh siswa-siswi.
Tidak sedikit siswa-siswi yang memberanikan maju ke panggung untuk bertatap muka langsung dengan sang budayawan, guna menanyakan hal-hal yang lebih mendalam soal isu yang dibahas.
Ia mengatakan, di masa depan, siswa-siswi yang kini duduk di bangku SMP PL 1 Yogyakarta , merupakan generasi penerus dan mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap pribadi atau bangsanya.
Baca juga: Peringati HUT Ke-32 SMA Pangudi Luhur Van Lith Magelang, Pelajar Unjuk Kreativitas Lewat Pentas Seni
Oleh sebab itu, Butet menekankan, apapun profesi yang ditempuh siswa-siswi di masa depan, kecintaan dan ketelatenan menjadi kunci utama, mengingat tantangan pasti berdatangan.
"Apapun profesinya, yang penting mencintai itu. Nah, kalau sudah cinta, apapun yang dikerjakan, sudah pasti enjoy menjalaninya," ungkapnya.
Menurutnya, rasa cinta terhadap profesi itulah yang membawanya menggondol kesuksesan sebagai aktor, pelukis, pemain teater, hingga pembawa acara di deretan program siaran unggulan.
"Tantangan pasti ada. Misal, kamu cita-citanya jadi dokter. Ya, nggak boleh takut masuk kamar mayat. Itu tantangan, hadapi saja," katanya.
Sementara, Kepala SMP PL 1 Yogyakarta , Bruder Yustinus Tri Haryadi, mengungkapkan, peringatan 100 tahun ini menjadi tonggak bagi lembaga pendidikannya, untuk melangkah ke abad berikutnya.
Baca juga: Sujiwo Tejo Ajak Pelajar di SMA Pangudi Luhur Van Lith Magelang Cintai Kearifan Lokal
"Jadi, melalui peringatan 100 tahun ini, kami mencoba merefleksikan sejarah kebaradaan, serta semangat dasar SMP PL 1 Yogyakarta ," ujarnya.
Haryadi menyampaikan, sebagai sebuah lembaga pendidikan, pihaknya pun konsisten berupaya memberi kesempatan bagi siswa-siswi untuk menemukan bakat atau potensinya di luar akademik.
"Dalam rangka 100 tahun, kami berikan kesempatan bagi siswa, untuk menemukan potensi diri. Murid kami ajak berwira usaha," ungkapnya.
"Hasilnya luar biasa, setiap kelas itu mereka sangat antusias mencari peluang-peluang dan segala macam cara. Dari sini mereka bisa belajar dan merasakan hal luar biasa," lanjut Haryadi. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Saat-Butet-Kartaredjasa-Diskusikan-Soal-Masa-Depan-Bareng-Murid-SMP-PL-1-Yogya.jpg)