Iran Disebut Mampu Buat Bom Nuklir Hanya Dalam Waktu 12 Hari
saat ini Iran hanya membutuhkan waktu selama 12 hari untuk membuat bom nuklir.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
AS juga mengancam berbagai negara jika terus berhubungan secara ekonomi dengan Iran.
Ancaman itu membuat berbagai negara peneken JCPOA tidak kunjung memenuhi kewajibannya kepada Iran.
Teheran membalas semua itu dengan memacu lagi produksi uranium.
Laporan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) pada Maret 2023 menyebut, Iran telah mencapai aras pengayaan 83 persen.
Untuk bisa dijadikan bahan baku bom, uranium harus diperkaya pada aras di atas 90 persen.
Dalam laporan pada awal Juni 2023, Direktorat Intelijen Nasional (DNI) AS menyebut, produksi uranium sudah jauh melebihi ambang batas yang disepakati dalam JCPOA.
Sejak April 2021, Iran terus memproduksi UF6 dan U-235, jenis uranium untuk bahan baku bom nuklir.
Iran, menurut DNI, memacu program pengembangan nuklirnya sejak pembunuhan Mohsen Fakhrizadeh.
Fakhrizadeh merupakan ilmuwan penting dalam pengembangan nuklir Iran. Ia dibunuh pada November 2020 di Teheran. Iran menuding Israel membunuh Fakhrizadeh.
Bukan Membuat Bom
Namun, lanjut DNI, percepatan itu lebih ke proses untuk mempercepat produksi bahan baku bom.
Percepatan bukan mengarah ke pembuatan bom. Iran terus menambah perangkat pengayaan uranium untuk memacu produksi bahan baku bom nuklir.
DNI dan Departemen Pertahanan AS juga menyimpulkan Iran tidak sedang proses untuk memproduksi bom nuklir.
Dephan AS menyebut, Iran bisa membuat satu bom nuklir dalam waktu 12 hari.
Percepatan kemampuan produksi itu dipacu Iran sejak memutuskan ikut keluar dari JCPOA.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/iran-jawara-riset-timteng-salip-jauh-israel_20180503_092650.jpg)