Djoko Pekik Meninggal

Djoko Pekik Sempat Terjatuh, Tangan Kirinya Patah

Pelukis kelahiran Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Djoko Pekik menceritakan kenangannya bersama Batara Lubis, di Galleri Batara Lubis, musium taman Tino sidin, Jumat (16/02/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Seniman lukis asal Yogyakarta, Djoko Pekik (85) sempat terjatuh di rumahnya sebelum meninggal dunia.

Djoko Pekik berpulang pada Sabtu (12/8/2023) sekira pukul 08.09 WIB.

Pelukis kelahiran Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.

Saat terjatuh di rumahnya, pelukis kenamaan asal Yogyakarta itupun mengalami patah tulang di bagian tangan kirinya.

Oleh keluarga, Djoko Pekik kemudian dibawa ke rumah sakit.

Namun karena kondisinya sudah lanjut usia, tim dokter menyarankan penanganan patah tangan itu tidak dilakukan dengan cara operasi.

Tetapi hanya digips saja.

Sebab, jika dipaksakan menjalani operasi, maka harus dilakukan anestesi.

"Dirawat 5 hari, lalu sempat pulang. Sebenarnya tadi malam sudah mulai drop, kemungkinan iya (efek terjatuh). Sebelumnya kami menempuh risiko yang paling kecil, karena dengan bapak yang yuswa (umur) sudah 85 tahun, risiko untuk operasi itu kan besar. Operasi itu kan butuh anastesi, nah itu yang dikhawatirkan," kata Putra keempat Djoko Pekik, Nihil Pakuril kepada Tribun Jogja.

"Kami memilih menempuh risiko yang paling kecil, dokter menyarankan untuk di gips saja. Dokter memperkirakan memang tidak bisa pulih tapi itu jalan terbaik untuk bapak," tambahnya.

Wasiat Djoko Pekik

Sebelum meninggal dunia, Djoko Pekik sudah memberikan wasiat kepada anak-anaknya.

Pelukis 85 tahun tersebut meninggalkan 8 anak.

Kepada anak-anaknya, pelukis yang terkenal dengan karya "Berburu Celeng" ini meminta agar merawat seluruh legacy atau warisan karya-karya yang dihasilkan.

Di mata Nihil, sang ayah merupakan sosok yang demokratis.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved