Berita Jogja Hari Ini
Warga Kampung Ledok Tukangan Bersyukur, Kini Bisa Lewat Jalan Menanjak yang Mulus
Kini, ruas jalan itu lebih mulus, tapi tidak licin, memudahkan siapapun yang ingin lewat tak harus berpikir dua kali untuk melintas.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
“Ini warga sendiri yang bangun, sistemnya padat karya. Kami merasakan manfaatnya banyak. Misalnya, warga menjadi lebih rukun. Kerukunan itu terbentuk dengan sendirinya. Yang tadinya ada geseh, pas padat karya ini ya rukun,” bebernya tersenyum.
RW 03 yang memiliki lima RT, yakni RT 11-15 mengirimkan enam warganya untuk membangun ruas jalan dengan ukuran 133 meter tersebut.
Lebarnya pun beragam mulai 1,7-2,4 meter, setidaknya cukup untuk dilewati satu motor berukuran cukup besar.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto berharap, adanya ruas jalan yang sudah bagus tersebut harus dijaga oleh masyarakat setempat.
Sebab, dengan jalan yang bagus, maka bisa memudahkan silaturahmi dan meningkatkan pergerakan ekonomi.
“Ini harus dirawat, bukan hanya jalannya, tapi perilaku hidup kita. Kalau mlebu gang, ojo banter-banter ngono ya. Ojo blombongan. Mbaleni jaman mbiyen, motor e alon sithik. Yen ono wong sepuh ning kono yo nderek langkung,” kata Eko di depan masyarakat yang mengerjakan tiga ruas jalan itu.
Baca juga: Komisi A DPRD DIY Fasilitasi Pelaku Wirausaha Baru di Kulon Progo Bimtek Peningkatan Kapasitas Usaha
Mereka terlihat mengangguk, menyanggupi perubahan perilaku untuk lebih peduli dengan jalan baru yang mereka miliki.
Ditambahkan politisi PDI Perjuangan itu, setiap masyarakat perlu memiliki inisiatif untuk memperbaiki jalan tersebut.
“Kalau rusak kecil ya inisiatif diperbaiki, tapi kalau rusak besar ya tanggung jawab pemerintah untuk memperbaiki,” beber dia.
Dengan adanya perbaikan jalan di Kampung Ledok Tukangan , bagi Eko, itu adalah cara untuk memperkokoh relasi masyarakat.
Ada rasa percaya masyarakat bisa merawat infrastruktur yang dikerjakan dan memiliki manfaat bersama.
“Ke depan ya pembangunan Kota Yogyakarta perlu berbasis kampung. Infrastruktur diperbaiki, SDM dibantu dan ekonomi diberdayakan, serta kebudayaan dikembangkan. Inilah pembangunan Yogyakarta yang istimewa yang berbasis kampung,” tukas dia. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Warga-Kampung-Ledok-Tukangan-Bersyukur-Kini-Bisa-Lewat-Jalan-Menanjak-yang-Mulus.jpg)