Arti Kata

Apa Itu BDSM? Begini Sejarah dan Ciri-ciri Orang yang Suka Sadomasokisme

BDSM adalah singkatan dari Bondage, Dominance, Sadism dan Masochism. Isitilah BDSM ini tentu masih asing ditelinga sebagaian orang.

|
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Joko Widiyarso
freepik
Apa Itu BDSM? Begini Sejarah dan Ciri-ciri Orang yang Suka Sadomasokisme 


Bisa dibilang, BDSM berbeda dengan kekerasan dalam hubungan atau kekerasan seksual.

Jadi, BDSM ini bisa diartikan sebagai kegiatan dengan perilaku seks 'sadis' yang pelakunya melakukan hal kasar hingga ekstrem demi mendapatkan kepuasan seksual.

Sementara, istilah BDSM pertama kali ada dalam tulisan di usenet (sistem diskusi Internet yang terdistribusi secara global) pada tahun 1991.

Sedangkan pendapat lain mengemukakan, istilah BDSM datang dari proses berpikir dan erotisme yang ditemukan dalam penulisan Marquis de Sade.

BDSM berasal dari istilah yang lebih singkat, yakni BD dan SM, yang mulai populer pada tahun 1960an di Amerika Serikat. Singkatan ini sering ditemukan dalam iklan baris yang mempromosikan seks atau kencan.

Namun, menurut Sigmund Freud di tahun 1889, BDSM yang dikenal sebagai sadomasokisme berawal dari kata sadism dan masokisme.

Perilaku tersebut adalah patologi seksual yang muncul karena represi dan di luar kesadaran.

Saat ini BDSM menjadi sebuah gaya hidup ataupun alternatif sebuah perilaku seksual yang mengorientasikan budak dan tuan.

Di Indonesia sendiri, Pemerintah berencana mengatur perilaku orang yang melakukan BDSM.

Dalam draft Rancangan Undang-undang tentang Ketahanan Keluarga yang salinannya beredar di masyarakat, pelaku BDSM akan direhabilitasi.

Dalam draft RUU Ketahanan Keluarga yang membahas perilaku BDSM tertulis dalam pasal 74.

Dalam pasal tersebut menyebutkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah melaksanakan penanganan kerentanan keluarga.

Penanganan yang dimaksud, yakni membantu dan mendukung keluarga agar memiliki kepentingan keluarga dalam menghadapi krisis keluarga.

Baca juga: Arti Kata Satisfying, Bahasa Gaul di Sosial Media, Ungkapkan Kepuasan Warganet

Adapun, masalah krisis keluarga yang dimaksud sebagai berikut:

a. masalah ekonomi;

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved