Perjalanan Cinta Warga Sinjai dengan Bule Polandia, Ketemu di Bali, Akhirnya Resmi jadi Suami Istri
Seorang pemandu wisata di Bali terlibat cinta lokasi dengan seorang wisatawan asing yang dipandunya saat berwisata ke Pulau Dewata.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tidak pakai mahar
Saat menikahi Weronika, Randi mengaku tak pakai mahar dan panaik.
Hal ini berbeda jika Randi menikah dengan gadis Bugis atau Makassar.
Diketahui dalam adat Bugis, ketika pria hendak menikahi pujaan hatinya harus ada mahar dan panaik yang diberikan.
"Saya tak beri mahar karena memang budaya istri saya di sana (Polandia) tak mengenal pemberian mahar atau uang panaik," ungkap Randi, Kamis.
Sebagai syarat menikahi pujaan hatinya yang berasal dari Polandia itu, Randi hanya menyiapkan sepasang cincin emas.
Sementara itu, ibu Randi, Namira mengatakan, ini bukan kali pertama Weronika datang ke rumahnya.
Sebelumnya, Weronika sempat berkunjung dan bersilaturahmi dengan keluarga Randi di Dusun Laiya.
"Sudah pernah datang ke sini, tapi tidak lama karena dia tidak bisa makan nasi cuma makan kue saja," ucap Namira.
Rencananya, setelah resepsi pernikahan, kedua mempelai akan berangkat dan menetap di Bali karena Randi bekerja di Bali. (*)
BeBot di Bali: Inovasi Teknologi untuk Pariwisata dan Lingkungan yang Bersih |
![]() |
---|
Bali dan 4 Kota di Indonesia Ini Jadi Favorit Wisatawan untuk Balik Lagi |
![]() |
---|
Kongres ke VI PDIP Digelar di Bali Hari Ini |
![]() |
---|
Alasan PSIM Yogyakarta Terima Ajakan Bali United di Laga Persahabatan, Ini Kata Manajer |
![]() |
---|
PSIM Yogyakarta Boyong 26 Pemain Lawan Bali United, Erwan Ungkap Fokus Utama Tim |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.