Kisah Anak Muda Magelang Tularkan Semangat Literasi Lewat Ruang Baca Gratis

Komunitas ini sengaja dibentuk oleh Dian dan Azhar untuk memberikan ruang bacaan gratis kepada siapapun. 

|
Dok. Istimewa
Seorang anak sedang asyik membaca buku yang digelar komunitas Baca Bareng Magelang di Alun-alun Kota Magelang, beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Berangkat dari ketertarikan terhadap dunia literasi, dua anak muda di Magelang yakni 
Dian Kartika Aji (23) dan Azhar Azziz Afifi (26) tergerak untuk membentuk komunitas membaca bernama 'Baca Bareng Magelang'.

Komunitas 'Baca Bareng Magelang' dibentuk sekitar 2022 lalu.

Komunitas ini sengaja dibentuk oleh Dian dan Azhar untuk memberikan ruang bacaan gratis kepada siapapun. 

Mulanya, mereka mengonsep 'Baca Bareng Magelang' sebagai komunitas literasi yang tergabung dalam komunitas online. 

Namun belakangan, keduanya mencoba untuk membukanya di ruang publik secara gratis.

Mereka mencobanya di Alun-Alun Kota Magelang dengan menggelar tikar di bawah pohon serta menyediakan berbagai macam buku bacaan.

"Iya, dari komunitas online lalu mencoba untuk dibuka di ruang publik. Pertama, kami buka di Alun-Alun Kota Magelang itu, sekitar Mei 2023. Ternyata respon masyarakat positif sekali banyak yang mau membaca. Bahkan bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun banyak yang tertarik,"terang Dian kepada Tribunjogja.com, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya sedang fokus untuk membuka ruang bacaan di ranah publik.

Meskipun sepak terjang keduanya dalam dunia literasi terbilang baru, Dian merupakan mahasiswa tingkat akhir jurusan ilmu komunikasi di Universitas Tidar Magelang

Sedangkan, Azhar seorang pegiat literasi serta pemilik toko buku 'Kamar Baca Magelang' yang dibentuknya pada 2020 lalu.

Keduanya berencana  akan memperluas kegiatan membaca di ruang publik dengan cara berpindah-pindah tempat.

"Kami akan jadwalkan agar kegiatan di ruang publik ini bisa digelar setiap seminggu sekali. Ada beberapa tempat yang sudah kami spot mulai dari Alun-Alun Kota Magelang hingga lapangan Rindam,"ujarnya.

Dian bercerita, terbentuknya komunitas ini berawal dari sulitnya mendapatkan teman untuk berbagi bahan bacaan. Jikapun ada, hanya sedikit sekali.

"Saya kok jarang banget ketemu teman-teman yang bisa sharing bahan bacaan, kalaupun ada itu sedikit sekali. Padahal, kalau di daerah lain seperti Solo, Jogja itu ada loh komunitas bacanya, kok di Magelang jarang menemui, dari situ langsung kepikiran untuk coba buat komunitas ini"terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved