Mayat Diduga Korban Mutilasi di Turi
MISTERI Kasus Mutilasi di Sleman Akan Segera Terkuak
Misteri kasus penemuan potongan tubuh berupa kaki dan pergelangan tangan di Turi, Sleman pada Rabu (12/7/2023) disebut akan segera terkuak
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Misteri kasus penemuan potongan tubuh berupa kaki dan pergelangan tangan di Turi, Sleman pada Rabu (12/7/2023) disebut akan segera terkuak.
Saat ini, pihak Kepolisian dan BPBD setempat masih mencari potongan tubuh lain untuk keperluan identifikasi korban.
Pakar Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta ( UNY ), Dr. Grendi Hendrastomo, S.Sos., M.M., M.A menyebut, tindak kriminal yang memotong tubuh manusia atau mutilasi tidak terjadi secara tiba-tiba.
“Pelaku sejak awal memang sudah ada keinginan untuk menghilangkan jejak. Setelah membunuh dan bingung mayatnya mau diapakan,” tuturnya.
Dia mengatakan, di masa sekarang, kontrol sosial lemah, sehingga di banyak tempat, ketika ada orang berperilaku aneh, masyarakat juga tidak akan tahu dan tidak peduli.
Sebab, pencarian potongan tubuh tersebut sudah berselang tiga hari dari awal ditemukan, tapi belum ada titik terang tubuh itu milik siapa.
“Kalau memang tidak niat membunuh, biasanya akan keceplosan kalau dia pernah melakukan itu dan masyarakat bisa cepat tahu. Namun, kasus ini, sepertinya ada niatan untuk membuang jasadnya ke tempat yang tidak terendus,” papar Grendi.
Disinggung mengenai bagian tubuh ditemukan di daerah lain, Grendi mengatakan, hal itu bisa saja terjadi di kasus mutilasi.
Ia mengungkapkan, itu bisa jadi salah satu cara pelaku untuk menghilangkan jejak.
“Sepertinya pelaku paham caranya mengaburkan jejak. Saat ini, memang sudah ada tes DNA, tapi tetap saja tidak bisa dilakukan tes dalam 24 jam. Apalagi kalau tubuh tidak utuh,” jelas dia.
Dikatakannya, dalam berbagai kejahatan, tidak ada kejahatan yang sempurna.
Pasti akan ada satu dua fakta yang muncul, sekecil dan setidak mungkin apapun.
Maka, misteri kasus mutilasi di Turi, Sleman ini tinggal menunggu waktu untuk terkuak.
Dari situ, kata Grendi, kepolisian harus solid dan bekerja sama dengan polisi daerah lain.
“Tantangannya, polisi harus kerja sama. Bisa saja ternyata bagian tubuh lain itu dari provinsi lain, Jawa Tengah misalnya. Itu mungkin,” kata Grendi yang merupakan Dosen Jurusan Pendidikan Sosiologi itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Temuan-Kepala-Manusia-di-Tempel-5-Km-dari-Temuan-Potongan-Tubuh-di-Turi-Sleman.jpg)