Satu Jemaah Haji Indonesia yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Wafat di RS An-Noor Mekkah

Satu dari tiga jemaah haji yang hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi wafat di RS An-Noor Mekkah

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
AP PHOTO/AMR NABIL
Para jemaah mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, dengan mengenakan masker dan menjaga jarak sosial, pada Sabtu (17/7/2021). Selama dua tahun berrturut-turut, ibadah haji dibatasi dengan ketat karena virus corona 

TRIBUNJOGJA.COM, MEKKAH - Niron Sunar Sunah (77), jemaah haji asal Probolinggo, Jawa Timur yang dilaporkan hilang saat puncak haji atau Armuzna akhirnya ditemukan dalam kondisi wafat.

Niron ditemukan di RS An-Noor, Mekkah pada Selasa (11/7/2023) malam.

Dengan ditemukannya Niron, maka masih ada 2 jemaah haji asal Indonesia yang hingga saat ini belum ditemukan.

Keduanya adalah Idun Rohim Zen bin Rohim kloter PLM 20, dan Suhardi Ardi kloter KJT 10.

Proses pencarian terhadap kedua jemaah haji asal Indonesia tersebut masih terus dilakukan.

Dikutip dari Kompas.com, Kasat Ops Armina, Harun Al Rasyid, di Mekkah, Selasa (11/7/2023) malam mengatakan pihaknya sudah melaporkan penemuan jenazah Niron kepada pihak keluarga.

Dan pihak keluarga sudah memastikan kalau jenazah yang ditemukan di RS Annur tersebut merupakan Niron.

"Istri almarhum melihat ciri khusus yang melekat di tubuh jenazah. Beliau memastikan itu jenazah suaminya," ujarnya.

Penemuan jenazah Niron ini menurut Harun bermula dari upaya pencarian yang dilakukan oleh timnya di sejumlah lokasi.

Mulai dari kantor polisi hingga ruang jenazah muslim.

Saat tengah melakukan pencarian, tiba-tiba ada informasi yang masih ke petugas yang memberitahukan adanya jenazah dengan ciri-ciri mirip jemaah haji asal Indonesia yang dilaporkan hilang.

Petugas kemudian langsung bergegas untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Mulai dari Mashariq, ketua kloter, dan istri almarhum.

Usai melihat ciri khusus, istri almarhum membenarkan bahawa jenazah tersebut adalah suaminya.

Pengecekan pun dilakukan dengan pencocokan berbagai data, seperti paspor, visa, dan sidik jari.

Setelah negosiasi yang panjang dan cukup alot, pukul 20.15 jenazah bisa langsung dimandikan.

Tanpa disangka, pihak maktab dan pengurus Arab Saudi merespons keinginan keluarga membawa jenazah ke Masjidil Haram untuk dishalatkan bada shalat maghrib.

"Alhamdulillah bisa kami laksanakan bersama-sama di sana. Setelah shalatkan jenazah, langsung kita bawa ke tempat pemakaman di daerah Soraya," ungkap dia.

Harun mengatakan, RS tersebut masuk dalam pantauannya.

Sebelum ada informasi jenazah yang mirip dengan ciri-ciri tiga jemaah yang hilang, sudah beberapa kali pihaknya ke RS An-Noor.

Berita sebelumnya, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi masih mencari tiga jemaah Indonesia yang hilang saat puncak haji atau Armuzna (Arafah-Muzdalifah-Mina).

Awalnya, ada 10 jemaah yang dilaporkan selama puncak haji.

Dari jumlah itu, tujuh jemaah berhasil ditemukan, sedangkan tiga lainnya masih dicari.

Ketiga jemaah yang masih hilang, yakni Niron Sunar Suna kloter SUB 65, Idun Rohim Zen bin Rohim kloter PLM 20, dan Suhardi Ardi kloter KJT 10.

Pencarian sudah berlangsung 11 hari. "Mohon doa agar ketiga jemaah haji kita bisa segera ditemukan," tutur Harun Al-Rasyid. (*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved