"Sejauh ini, tidak ada sapi yang gagal dipotong atau misalnya terkena penyakit atau lain halnya. Karena,kami sudah ada antisipasi dengan memberikan imbauan lewat grup WhatsApp jangan pernah terima sapi yang kelihatannya sakit. Kemudian, pastikan sudah poel. Semisalnya, para Sahibul kurban tidak paham sapi yang poel, kami siap membantu. Dan ,untuk antisipasi selanjutnya sapi diharapkan harus datang h-1 sebelum dipotong untuk menghindari hal tidak diinginkan," tuturnya.
Sementara itu, warga Kota Magelang , Widodo Prijanto (71) mengatakan,menggunakan jasa RPH dalam menyembelih hewan kurban merupakan kesepakatan warga lingkungannya.
Karena, pemotongan di RPH lebih bersih, higenis, dan tidak menyakiti hewan kurban.
"Memilih RPH pastinya karena lebih bersih, higienis, dan alat-alatnya lengkap. Apalagi ada Restraining Box itu, prosesnya tidak menyakiti hewan. Karena, jika cara potongnya sudah menyalahi akan mempengaruhi rasa dari daging kurbannya juga. Dan, kalau potong di RPH, lingkungan kami tetapi bersih," urainya. ( Tribunjogja.com )
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.