Eko Suwanto Ajak Masyarakat Jalankan Gerakan Surup Ning Omah

salah satu upaya yang tengah gencar dilakukan oleh pemerintah dan aparat keamanan adalah gerakan surup ning omah.

Tribunjogja/Neti Istimewa Rukmana
Ketua Komisi A DPRD DIY (satu kiri), Lurah Kricak (dua kiri), Kapolsek Tegalrejo (tengah), Ketua Sosialisasi LPMK Kota Yogya (dua kanan) dan Kepala Seksi Satlinmas Satpol PP DIY (satu kanan) menjadi narasumber sosialisasi kamtibmas di Grand Cabin Hotel, Senin (19/6/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satpol PP DIY menggandeng Komisi A DPRD DIY untuk menggelar sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat kepada anggota Jaga Warga, anggota lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan (LPMK) dan pihak terkait dari Kelurahan Kricak, Kapanewon Tegalrejo.

Sosialisasi ini digelar di Grand Cabin Hotel, Senin (19/6/2023). Kegiatan ini didanai oleh Dana Keistimewaan DIY tahun anggaran 2023.

Hadir sebagai narasumber yakni Kepala Seksi Satlinmas Pol PP DIY, Sumantri, Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto dan Kapolsek Tegalrejo, Kompol Slamet Subiyantoro.

Sosialisasi kambtibmas ini merupakan upaya dari Pemerintah DIY untuk menjaga dan meningkatkan keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat sekaligus meminimalisir angka kriminalitas di Kota Yogyakarta.

Kepala Seksi Satlinmas Pol PP DIY, Sumantri mengatakan, untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertiba, tentram harus dimulai dari lingkungan.

Salah satunya mulai dari tingkat kelurahan.

Untuk itu, Satpol PP DIY menggandeng kepolisian dan Komisi A DPRD DIY menggelar sosialisasi dengan menyasar kelompok Jaga Warga, anggota LPMK dan pihak-pihak terkait lainnya.

Harapannya, melalui sosialisasi ini, nantinya keamanan, ketertiban dan ketentraman masyarakat bisa tercipta.

"Namun, agar penerapannya dapat dilakukan dengan baik, maka diperlukan sejumlah strategi khusus untuk mewujudkan ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat," jelasnya saat melakukan sosialisasi ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat di Grand Cabin Hotel, Senin (19/6/2023).

Baca juga: Jaga Ketentraman dan Keamanan Masyarakat, Satpol PP DIY Sosialisasi ke Kalurahan Warungboto

Sementara itu Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menyampaikan, strategi yang paling utama dalam menjaga ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat ialah adanya peran aktif dari masyarakat, petugas Jaga Warga, Satlinmas, LPMK hingga pihak lainnya.

Saat ini di wilayah Kota Yogyakarta dan sekitarnya, ada persoalan yang belum ditemukan solusi untuk mengatasinya, yakni klitih atau kejahatan jalanan.

Berbagai upaya sudah dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk mengatasi permasalahan itu.

Namun demikian, kasus klitih masih terus terjadi.

Untuk itu, salah satu upaya yang tengah gencar dilakukan oleh pemerintah dan aparat keamanan adalah gerakan surup ning omah.

Untuk itu, politisi PDIP itu mengajak masyarakat untuk aktif dalam menjalankan gerakan surup ning omah.

"Saya juga berharap kepada masyarakat untuk mendeklarasikan gerakan surup ning omah (matahari terbenam di rumah). Jadi pada pukul 22.00 WIB itu anak harus di rumah," jelas Eko.

"Kenapa demikian? Jadi gini, kita bisa lihat bersama-sama bahwa terdapat suatu permasalahan di Yogya yang belum tuntas. Permasalahan itu adalah kejahatan jalanan atau klithih," imbuhnya.

Menurut Eko, permasalahan itu dapat diminimalisasi apabila para orang tua aware terhadap aktifitas anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

Jika anak mampu melakukan kerja sama untuk menerapkan gerakan surup ning omah, maka permasalahan klithih dapat segera tuntas.

"Masak iya, anak-anak jam 01.00 WIB tidak dicariin sama orang tua? Kejahatan klithih itu banyak terjadi pada malam hari. Dan pada jam 01.00 WIB ternyata masih ada beberapa anak-anak yang nongkrong di luar. Kan itu bahaya sekali," terang Eko.

Sementara itu, Kapolsek Tegalrejo, Kompol Slamet Subiyantoro mengungkapkan pihak kepolisian juga terlibat aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baik itu melalui pembinaan, penyuluhan maupun kegiatan patroli langsung di tengah-tengah masyarakat.

"Untuk mencegah terjadinya tindak pidana serta pelanggaran lainnya, kami terus berupaya melakukan tiga strategi khusus berupa preemtif, preventif hingga represif," urainya.

Sementara itu Ketua Asosiasi LPMK Kota Yogya, Haryanto, yang menyebut bahwa penanganan permasalahan kejahatan jalanan di Kota Yogya pada dasarnya dapat diatasi melalui strategi pemetaan konflik. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved