Mengintip Proyek Pembangunan IKN Nusantara, Lebih Hijau dan Lebih Ramah dari Istana Jakarta

Begitu memasuki area proyek pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan , hijau hutan dan perkebunan sawit masih terlihat di kanan dan kiri jalan.

Penulis: Singgih Wahyu N | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Singgih Wahyu
Masyarakat berfoto di area Tituk Nol Nusantara, kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kabupaten Paser Penajam Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (27/5/2023). 

Di KIPP, Istana Negara akan dikelilingi oleh kompleks kawasan empat kementerian koordinator (kemenko), yakni Kemenko Maritim dan Investasi; Kemenko Politik, Hukum, dan Keamanan; Kemenko Perekonomian; dan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Masing-masing kompleks kemenko ini memiliki area lahan cukup luas hingga puluhan ribu meter persegi.

Selain kompleks kemenko, ada pula kantor Kementerian Sekretariat Negara.

Pengerjaan Istana Presiden kini terus digeber, melibatkan hingga 26.000 pekerja.

Ia optimistis target penyelesaian pembangunan istana bisa terkejar tepat waktu.

"Pembangunan Istana Negara targetnya selesai 100 persen di Oktober 2024. Istana progresnya saat ini sekitar 15 persen. Tapi, kami optimistis Agustus 2024 bisa untuk upacara. Dari target yang ditetapkan, (perkembangan pembangunan) masih on the track," jelasnya.

Kawasan IKN memiliki luas area 56.181 hektare, KIPP 6.681 hektare, dan kawasan perluasan IKN 256.142,72 hektare.

Selain mengebut pengerjaan KIPP, pihaknya juga berupaya merampungkan infrastruktur pendukung IKN seperti sistem penyediaan air minum, sanitasi, instalasi pengelolaan sampah terpadu, hingga akses jalan.

Nantinya, IKN akan didukung oleh adanya tol bawah laut sepanjang 1,5 kilometer, menghubungkan ruas tol Balikpapan-Samarinda dan kawasan IKN secara langsung. 

"Paket 5A menghubungkan jembatan Pulau Balang Besar dan satu pertigaan langsung ke lingkar luar KIPP, akan melewati bawah laut sepanjang sekitar 1,5 kilometer. Pembangunan dimulai di 2024," kata Basuki.

Sayap garuda

Ikon istimewa IKN adalah bentuk bentangan sayap garuda pada fasad Istana Presiden.

Presiden Jokowi bahkan sudah menyetujui desain ciptaan seniman I Nyoman Nuarta tersebut dan segera direalisasikan pembangunannya.

Basuki mengatakan, sayap garuda itu memiliki panjang bentang sekitar 200 meter, terbuat dari logam kuningan.

"Mulanya akan dibuat dari bahan tembaga, tapi kemudian diganti dengan kuningan. Sudah ada workshop-nya di Bandung dan di IKN sini. Akan mulai moving (pengangkutan instalasinya) ke sini Agustus nanti," kata dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved