Dukun Maut di Banjarnegara

Pria Asal Sleman yang Jadi Korban Dukun Banjarnegara Telah Membangunkan Sumur Bor Gratis di Masjid

kala ia membangun sebuah sumur bor secara gratis di masjid Ar-rahmah, Dusun Malangrejo, Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Miftahul Huda
Penasihat Takmir Masjid Ar-rahmah Malangrejo, Wedomartani, Sleman Sukirno saat diwawancara awak media, Kamis (25/5/2023) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kuwat Santosa warga Sleman yang menjadi korban dukun pengganda uang Banjarnegara dikenal baik dan berjiwa sosial tinggi di lingkungan desanya.

Rasa solidaritas tinggi yang dimiliki oleh almarhum Kuwat Santosa diperlihatkan kala ia membangun sebuah sumur bor secara gratis di masjid Ar-Rahmah, Dusun Malangrejo, Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman.

Kuwat pernah mengenyam pendidikan Teknik Geologi di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

Baca juga: Cerita Harun Yahya, Remaja Asal Sleman yang Berangkat Haji Tahun Ini di Usia 18 Tahun 

Keahliannya terkait ilmu geologi membuat dirinya membuka usaha jasa pengeboran sumur.

Ia juga diketahui sering mendapat proyek dari luar jawa untuk pengeboran sumur di sana.

"Orangnya ya biasa baik dan aktif di masyarakat. Srawung (kumpul) bagus. Masjid bikin apa-apa, rehab bangunan dia selalu bantu, seperti sumur bor itu gratis. Nggak mau dibayar dia," kata Penasihat Takmir Masjid Ar-rahmah, Malangrejo, Sukirno, ditemui Kamis (25/5/2023).

Dia menjelaskan, Kuwat sering bekerja di luar jawa untuk menyelesaikan sumur bor.

Karenanya Kuwat juga sering memberdayakan tetangganya untuk ikut sebagai tim pengeboran sumur.

"Dia punya pekerjaan relatif mandiri. Punya pekerjaan dengan keahlian dia bisa rekrut warga jadi tim kerja," ungkapnya.

Kabar jika Kuwat Santosa menjadi salah satu korban dukun pengganda uang di Banjarnegara diakuinya cukup mengejutkan keluarga dan masyarakat sekitar.

Saat ini jenazah korban dalam perjalanan dari Banjarnegara menuju Dusun Malangrejo, Wedomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman.

Rencananya jenazah langsung dibawa ke masjid setempat dan dimakamkan di pemakaman umum Nglarang, Wedomartani, Kabupaten Sleman.

Kuwat Santosa meninggalkan istri dan dua anak kandung. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved