Berita Pendidikan Hari Ini
44 Siswa Tak Ikuti ASPD-BK Hari Pertama di Sleman
Bagi siswa yang belum bisa hadir akan diberikan kesempatan kedua dengan mengikuti ASPD-BK susulan pada 29-31 Mei 2023.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 44 siswa dari 16.452 peserta Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah Berbasis Komputer (ASPD-BK) jenjang SD/sederajat di Kabupaten Sleman tidak hadir di hari pertama pelaksanaan ujian standarisasi dengan materi Literasi Membaca.
Mereka tidak hadir dengan beragam alasan.
"Saat literasi membaca ada 44 anak (tidak hadir). Ada yang sakit dan ada juga tanpa keterangan," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman , Ery Widaryana Rabu (24/5/2023).
Menurut dia, puluhan siswa yang tidak mengikuti ujian standarisasi di Kabupaten Sleman tersebut rata-rata berasal dari siswa kejar paket A.
Nantinya bagi siswa yang belum bisa hadir akan diberikan kesempatan kedua dengan mengikuti ASPD-BK susulan pada 29-31 Mei 2023.
Baca juga: Sebanyak 16.452 Siswa SD di Sleman Ikuti ASPD Berbasis Komputer
Dengan catatan siswa tersebut tidak hadir dengan memberikan keterangan.
Ery belum bisa menyimpulkan 44 siswa tersebut tidak mengikuti ujian standarisasi di Kabupaten Sleman karena apa.
Tapi kemungkinan diduga tidak ingin melanjutkan ke jenjang sekolah formal negeri karena mayoritas yang tidak ikut ujian adalah siswa kejar paket.
"Mungkin bisa juga seperti itu. (Tidak ingin sekolah formal). Pengen sekolah kejar paket lagi. Rata-rata kan (yang tidak hadir) dari kejar paket," kata Ery.
Hasil penilaian ASPD-BK memang digunakan sebagai salah satu alternatif alat ukur bagi siswa untuk melanjutkan ke Jenjang pendidikan negeri berikutnya.
Meskipun tidak semata-mata untuk itu.
Asesmen standarisasi ini juga digunakan untuk mengukur kompetensi siswa dan peta mutu pendidikan.
Melalui ASPD BK Dinas Pendidikan ingin mengetahui kompetensi anak baik dalam literasi membaca, numerasi dan sains.
"Ini tidak digunakan untuk menentukan kelulusan. Kami hanya ingin melihat standar masing-masing sekolah. Jika ada sekolah yang tertinggal, ya kami ingin memiliki program untuk memperbaikinya," ujar dia.
Diketahui, ASPDBK jenjang SD/sederajat di Kabupaten Sleman diikuti dari berbagai satuan pendidikan.
Catatan Pakar UGM tentang Makan Bergizi Gratis Budget Rp 10 Ribu: Masaknya Dekat Sekolah |
![]() |
---|
PMB PTKIN 2025 Mulai Dibuka, Diikuti 59 Kampus termasuk UIN Sunan Kalijaga |
![]() |
---|
Guru Besar UGM Raih Penghargaan dari Pemerintah Prancis |
![]() |
---|
Uji Coba Makan Bergizi Gratis, Siswa SD Muhammadiyah Suronatan Antusias |
![]() |
---|
Disdik Sleman Gelar Festival Komunitas Belajar 2024 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.