Anies Baswedan Capres KPP
Nama Cawapres Pendamping Ternyata Sudah Dikantongi Anies Baswedan, Siapa?
Beredar tiga nama bakal calon presiden yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
TRIBUNJOGJA.COM - Beredar tiga nama bakal calon presiden yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Namun tentang siapa bakal calon wakil presiden pendamping mereka, masih belum jelas.
Anies Baswedan yang merupakan bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan, belum mau mengungkapkan sosok calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun depan.
Anies mengaku akan membuat kejutan, sehingga tidak ingin buru-buru mengumumkan nama dan kriteria cawapres pilihannya.
"Nanti kita lihat, supaya ada kejutannya dong. Kalau dikasih kriteria sekarang, kemudian enggak lagi kejutan dong. Benar enggak? Iya dong. Biar ada efek kejutan," kata Anies usai acara Temu Kebangsaan di lapangan Tenis Indoor Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (21/5/2023).
Anies tak mau menjawab saat ditanya apakah akan memilih orang-orang Presiden Joko Widodo (Jokowi's men) sebagai cawapres atau tidak. Dia pun tidak memberi tahu bertemu dengan siapa saja.
"Kalau pun ada, enggak saya beri tahu sekarang dong," tutur Anies.
Lebih lanjut, dia memastikan, nama-nama kandidat calon wakil presiden sudah ada di kantongnya. Namun, ia masih mempertimbangkannya secara hati-hati.
"Pokoknya namanya sudah ada di kantong, begitu kira-kira. Bisa laki bisa perempuan. Macam-macamlah," seloroh dia.
Sebagai informasi, Anies merupakan bakal calon presiden yang diusung oleh tiga partai dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Ketiga partai tersebut yakni Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat.
Relawan Anies
Anies Baswedan terus bergerak. Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) ini terus bertemu pendukungnya.
Anies Baswedan sempat melontarkan sentilan tokoh politik yang lari-lari lalu memposting fotonya di media sosial.
Hal ini dia singgung di acara Temu Kebanggaan Relawan Anies Baswedan di lapangan tenis indoor, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (21/5/2023).
Semula, Anies menceritakan perjalanan yang dia lakukan saat bulan Ramadhan untuk menyerap aspirasi dan keluh kesah terkini dari masyarakat.
Aktivitas yang disebutnya sebagai tirakat tersebut dilakukan sendirian, tanpa ditemani siapapun dan tanpa kamera.
"Saya datang ke banyak tempat, tanpa kamera, tanpa media, tanpa ditemani siapa-siapa. Sering kali saya datang sendirian, masuk ke sebuah warung. Tahu-tahu yang punya warung ngeliatin saja, (seolah bergumam), 'ini seperti kenal, tapi siapa'," kata Anies menceritakan di acara Temu Kebangsaan, Minggu.
Anies mengaku banyak mengobrol dengan mereka. Termasuk ibu-ibu dan bapak-bapak yang ingin pendidikan anak-anaknya terjamin, agar masa depan cerah menanti mereka.
Begitu pula dengan seorang petani yang mengeluh mahalnya harga pupuk karena sulit mendapatkan pupuk bersubsidi. Tak lama, Anies menyinggung soal tokoh politik yang suka selfie.
"Saya ngobrol dengan masyarakat, saya dengar cerita mereka dan saya temui mereka. Bukan untuk selfie dan posting foto di pagi hari. Bukan, saya bukan lari-lari untuk posting foto. Saya lagi mendengarkan suara mereka," ungkap Anies.
Anies mengungkapkan, dari pembicaraannya dengan banyak orang, Anies merasakan suasana sulit yang diderita kebanyakan rakyat. Bukan hanya sekedar rasa sulit dan merana, tapi ada rasa ketidakpastian yang melanda mereka.
"Yang menanam tidak tahu harga jualnya berapa dan bagaimana yang mengurusi pertanian tidak tahu seperti apa ongkos yang akan dikeluarkan," ucap Anies.
Kesulitan itu kata Anies, disebabkan oleh para mafia yang merajalela di banyak tempat. Ada mafia tanah, mafia dalam perekrutan pekerja migran Indonesia (PMI) tidak sesuai prosedur, hingga mafia pemilu dan mafia bantuan sosial (bansos).
Mafia menyulitkan hidup orang banyak. Karena mafia, petani sulit mendapatkan pupuk bersubsidi.
"Dan mafia ini berderet, ada mafia tanah, mafia perumahan, mafia pemilu, mafia bansos, bahkan mafia proyek pemerintah. Ya termasuk Mafia BTS itu, semua. Semua mafia, harus kita bereskan," beber Anies.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/anies-dan-relawan-senayan.jpg)