Pilpres 2024

Nasib KBIR Dibahas Prabowo dan Cak Imin Sore Ini

pertemuan Ketum Partai Gerindra dan PKB tersebut akan membahan nasib KBIR pasca-kunjungan masing-masing ketua umum ke sejumlah tokoh politik

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin telah meresmikan Sekretariat Bersama (Sekber) Gerindra-PKB di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (23/1/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Dua pucuk pimpinan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KBIR), Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar dijadwalkan akan menggelar pertemuan untuk membahas masa depan koalisi.

Pertemuan keduanya dijadwalkan dilaksanakan di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan pada Jumat (28/4/2023) sore ini.

Rencana pertemuan Prabowo dan Cak Imin ini disampaikan langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal PKB Syaiful Huda.

Dikutip dari Kompas.com, pertemuan Ketum Partai Gerindra dan PKB tersebut akan membahan nasib KBIR pasca-kunjungan masing-masing ketua umum (ketum) ke sejumlah tokoh politik.

"Nanti agenda untuk merancang ke depan terkait dengan koalisi PKB-Gerindra," kata Wakil Sekretaris Jenderal PKB Syaiful Huda seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Menurut Huda, setelah melakukan safari politik ke sejumlah tokoh, Prabowo dan Cak Imin akan membahas hasil dari safari politik yang sudah dilaksanakannya.

"Jadi, selain meng-update masing-masing. Karena beliau berdua kan kemarin saling jalan, untuk menemui tokoh masing-masing," ujar Huda.

Baca juga: Siapa Cawapres Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Sandiaga Uno?

"Cak Imin (sapaan akrab Muhaimin) ketemu para kiai di Jawa Timur, dan Jawa Tengah, simbol-simbol NU Nahdliyin. Kemudian, Pak Prabowo kemarin keliling juga kan ketemu dengan berbagai tokoh. Jadi saling update," katanya lagi.

Di sisi lain, Huda juga menjawab ketika ditanya apakah pertemuan Muhaimin Iskandar dan Prabowo membahas kode-kode Partai Golkar untuk bergabung ke KIR.

Namun, ia tak bisa memastikan apakah hal tersebut juga dibahas dalam pertemuan nanti.

"Saya tidak tahu persis (dibahas).Saya tidak tahu persis. Bisa iya, bisa tidak," ujar Huda.

Kendati demikian, Ketua Komisi X DPR ini menyatakan bahwa PKB pada dasarnya menerima jika ada partai politik lain bergabung ke KIR.

Pasalnya, koalisi PKB-Gerindra juga membuka seluas-luasnya kepada partai politik lain untuk ikut bergabung.

"Ya prinsipnya, karena itu menjadi bagian dari diktum piagam kerja sama ya bahwa kita ada rencana untuk memperluas koalisi," kata Huda. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved