Berita Sleman Hari Ini
Volume Sampah di Sleman Meningkat 20 Persen Saat Libur Lebaran 2023, Jumlahnya Capai 1.210 Ton
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menilai sampah di Bumi Sembada relatif terkontrol selama libur Lebaran 2023. Secara umum volume sampah
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menilai sampah di Bumi Sembada relatif terkontrol selama libur Lebaran 2023.
Secara umum volume sampah hanya mengalami peningkatan 20 persen. Jumlah tersebut terbilang sedikit dibanding tahun sebelumnya.
Masyarakat diajak untuk senantiasa memilah sampah sebelum dibuang agar bisa dikelola dengan baik.
"Secara umum selama libur lebaran volume sampah di Sleman sebesar 1.210 ton jadi hanya naik 20 persen," kata Kepala DLH Sleman, Epiphana Kristiyani, Kamis (27/5/2023).
Baca juga: Tim SAR Lakukan Pencarian Hari Kedua Wisatawan yang Terseret Ombak Pantai Parangtritis
Volume sampah 1.210 ton tersebut dihitung dari tanggal 19, 20, 24 dan 25 April 2023.
Sementara tanggal 21- 23 April tidak dihitung karena petugas kebersihan dan pengangkutan sampah di Kabupaten Sleman selama tiga hari itu libur beroperasi.
Menurut Epi, jumlah sampah tersebut relatif lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya yang mengalami peningkatan hingga 32 persen.
Pada tahun ini, pihaknya juga mengaku sudah berkeliling mengecek ke beberapa transfer depo dan tidak ada kenaikan sampah dalam jumlah signifikan.
"Ternyata lebaran sekarang tidak banyak sampah. Wong sampah liar yang saya jumpai saja, bisa dihitung dengan jari," kata dia.
Epiphana mengaku sangat berterimakasih kepada masyarakat, wisatawan maupun pemudik karena telah menjalankan surat edaran nomor 024/2023 tentang lebaran minim sampah dengan baik.
Artinya, kata dia, mayoritas warga sudah memilah sampahnya. Sampah yang bisa diolah atau dijual maupun sampah yang masuk ke tempat pembuangan.
Selain itu, faktor yang membuat sampah lebaran minim, menurut Epiphana karena tukang rosok cepat beroperasi.
Ia mencotohkan, di kediaman dirinya beberapa hari setelah lebaran langsung didatangi tukang rosok yang mau membeli bekas kemasan air mineral yang telah ia kumpulkan.
"Saya sangat gembira, saya sangat senang. Mudah-mudahan masyarakat nantinya terus mau mengolah sampah. Kami ajak terus," tutur Epiphana.
Mantan Sekretaris Dinas Sosial Sleman ini berharap, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Piyungan kedepan masih bisa digunakan untuk membuang sampah seiring Kabupaten Sleman menyiapkan tempat pembuangan sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sampah-di-seputar-Terminal-Jombor-beberapa-waktu.jpg)