Mutiara Ramadan
Berbagi Hal Baik
Kala itu tanpa sengaja saya menjumpai kalimat indah saat sedang melakukan wawancara dengan salah salah satu calon siswi.
Oleh: Rita Tiaswari, Guru MTsN 4 Sleman
TRIBUNJOGJA.COM - Sebuah status di story Instagram mendadak menyentuh dan menyadarkan saya. Kala itu tanpa sengaja saya menjumpai kalimat indah saat sedang melakukan wawancara dengan salah salah satu calon siswi.
Proses wawancara mengalir. Banyak hal dibicarakan. Panduan pertanyaan sudah ada di format, menanyakan asal sekolah, alamat rumah, seputar keluarganya, sampai akhirnya wawancara saya kembangkan dengan menanyakan akun medsos yang dia miliki.
Dengan cepat dia tunjukkan akun medsos IG, Tiktok. Saya terpana melihat followers-nya sudah mencapai ribuan.
Padahal anak ini jarang sekali mengunggah foto dirinya, hanya beberapa slide/foto berupa pemandangan. Lalu saya mendalami lagi sesi wawancara.
Akhirnya dia tunjukkan sorotan ceritanya yang semakin membuat decak kagum. Apa yang dia unggah adalah kalimat positif dengan ayat Al-Quran dilengkapi dengan lirik lagu dan musik yang serasi.
Dia bercerita bahwa kutipan kalimat positif dan ayat Al-Quran itu dia dapatkan dari kajian pengajian yang dia bersama ibunya rutin ikuti di masjid lingkungan tempat tinggalnya.
Setelah anak itu selesai wawancara dan saya persilakan keluar ruangan, saya jadi berpikir, anak itu punya potensi selain penguasaan teknologi informasi yang bagus, dia juga istimewa dalam membagikan hal postitif dengan pengikutnya yang sudah banyak dengan rating view yang fantastik untuk remaja seusianya.
Di beranda medsos dengan mudah juga bisa kita jumpai rating view yang fantastik dari perempuan, namun itu tidak membuat kebanggaan karena yang diperlihatkan adalah aurat yang seharusnya dijaga sebaik-baiknya.
Keberadaan ponsel pintar itu bagai sebuah pedang kita bisa berguna dimanfaatkan sebaik-baiknya atau justru sebaliknya bisa membunuh kita. Karena itulah berhati-hati dan bijak dalam memanfaatkan ponsel.
Terlebih sekarang adalah bulan suci Ramadan, tentunya kita juga lebih berhati-hati dalam membagikan status maupun unggahan.
Di bulan suci Ramadan banyak hal positif yang bisa kita lakukanlah dan memiliki nilai pahala, terlebih di saat kita memiliki waktu senggang namun kita merasa gabut, atau ingin menghilangkan “bad mood” kita langsung memegang ponsel dan jari jemari kita dengan asyiknya lincah ke sana-ke mari mencari konten sesuka hati tanpa melihat segi kemanfaatan, chatting berujung pada gosip dan gibah, ngerumpi teman kerja, tetangga, terkadang bagi tipe wanita ekspesif meluapkan perasaan sesukanya dengan status galau, marah, kesal, padahal yang sebaiknya kita lakukan adalah dengan mengingat Allah sebagaimana janji Allah dalam Alquran Al Baqarah;152
“Ingatlah kepadaku niscaya Aku ingat kepada kalian .“ Alangkah lebih baik pada bulan Ramadan seperti ini kita mengingat Allah, membaca atau membagikan hadis pada media sosial yang kita miliki.
Hal positif apa yang bisa kita bagi di bulan Ramadan di antaranya; membagikan kata bijak atau kutipan motivasi, membagikan resep masakan persiapan sahur atau berbuka, membaca ayat Al-Quran bisa melalui aplikasi di ponsel, menuliskan hasil kajian pengajian yang kita ikuti jelang Ramadan, dan masih banyak lagi.
Insyaallah kita mendapatkan berkah mulia dengan berbagi hal positif dan bermanfaat di media sosial yang kita miliki. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rita-mutiara.jpg)