Berita Bisnis Terkini
150 Anggota HIPMI di DIY Belajar Industri Manufaktur pada Bos PT Indofon
Sebagai wadah para pengusaha, Hipmi sangat berkepentingan untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekitar 150 anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ( HIPMI ) di DIY belajar bisnis industri manufaktur di pabrik milik Adit Setiawan, bos PT Indofon di Sentolo, Kulon Progo .
Ketua DPC HIPMI Sleman Wiwid Bejo Kurniawan mengatakan sebagai wadah para pengusaha, Hipmi sangat berkepentingan untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru.
Bahkan, sejak beberapa tahun silam, HIPMI menginisiasi HIPMI Perguruan Tinggi (PT) yang menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk belajar bisnis.
" HIPMI ingin mendorong terciptanya pengusaha-pengusaha muda, khususnya dari lini perguruan tinggi. Kami siap menjadi mentor bagi adik-adik mahasiswa yang memang serius ingin terjun jadi pebisnis atau pengusaha,”katanya melalui keterangan tertulis, Minggu (16/04/2023).
Menurut dia, semakin banyak lahir pengusaha baru akan berdampak positif bagi negara.
Dengan begitu lapangan kerja juga akan semakin luas.
Sementara itu, Pemilik PT Indonesia Plafon Semesta (Indofon), Adit Setiawan menerangkan menjadi pebisnis bukan bagi mereka yang punya modal uang saja.
Baca juga: Gelar Rakercab, BPC HIPMI Kota Yogyakarta Dorong Kolaborasi Menuju Kebangkitan Ekonomi
Sebab modal utama bagi calon pengusaha, adalah keberanian untuk mencoba.
“Coba saja. Langsung terjun dan memulai belajar bisnis dari apa yang ada di sekitar kita. Gagal gak masalah. Yang penting jalan dulu dan berani mencoba. Kita tidak akan pernah tahu dan tidak akan pernah belajar kalau tidak mencoba," terang alumnus Fakultas Hukum UMY tersebut.
Ia pun tak menyangka bisnis plafon PVC yang ia tekuni dapat berkembang pesat.
Awalnya ia memasarkan plafon PVC, namun seirinh berjalannya waktu Adit menyadari pasar masih sangat besar dan luas.
Adit pun memberanikan diri untuk membuka pabrik pertama di Bogor, dan beberapa tahun kemudian disusul meresmikan pabrik di Kulon Progo .
“Saya ingin mengenalkan industri baru. Plafon PVC itu industri baru dan termodern karena baru mulai dikenal 6 tahun terakhir. Saya ingin mengajak sesama pengusaha muda untuk aktif dan berani terjun ke industri. Bisnis di bidang industri itu tidak sulit. Yang penting memahami bisnisnya, tahu potensi pasarnya. Soal teknis, kita bisa mengajak orang yang paham,” ungkapnya.
Saat ini, ia memiliki 322 distributor di seluruh Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/150-Anggota-HIPMI-di-DIY-Belajar-Industri-Manufaktur-pada-Bos-PT-Indofon.jpg)