Pilpres 2024
PDI Perjuangan Bakal Ajak Parpol Lain Berkoalisi di Pilpres 2024
PDI Perjuangan menyatakan sudah pasti akan mengajak partai politik lain berkoalisi di Pilpres 2024.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Di tengah wacana terbentuknya koalisi besar, PDI Perjuangan menyatakan sudah pasti akan mengajak partai politik lain berkoalisi di Pilpres 2024.
Di sisi lain, PDI Perjuangan sejak awal juga sudah menyatakan akan mengusung kader sendisi sebagai Capres 2024.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Nusyirwan Soejono menanggapi wacana pembentukan koalisi besar yang disebut-sebut bakal menggabungkan koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
Nusyirwan Soejono mengatakan, partainya tak akan berjalan sendirian pada Pilpres 2024.
Walau demikian, dia belum bisa memastikan dengan partai mana saja PDI-P bakal berkoalisi.
"Tidak mungkin nanti kita hanya sendirian, pasti akan mengajak untuk membangun koalisi," katanya dalam program Kompas Petang Kompas TV, Kamis (6/4/2023).
"Itu sudah terbukti sampai saat ini karena di pemerintahan saat ini tidak hanya PDI-P saja atau yang mengusungnya saja, tapi juga ada partai yang lain," tuturnya, laporan kompas dikutip Tribun Jogja.
Nusyirwan mengakui bahwa partainya ingin mengusung kader sendiri sebagai calon presiden (capres) Pemilu 2024.
Kendati begitu, dia bilang, keinginan itu tak ada kaitannya dengan rencana PDI-P untuk berkoalisi dengan partai lain.
Menurut Nusyirwan, keinginan partainya mengusung kader sendiri sebagai capres bukan muncul baru-baru ini.
Hal itu sudah kerap disampaikan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.
Hanya saja, kata dia, hingga kini Megawati belum mengumumkan sosok capres yang bakal diusung partai banteng untuk pemilu mendatang.
"Jadi sejak awal dahulu pada saat acara-acara partai, Ibu (Megawati) sudah mengatakan bahwa calon presiden itu adalah dari kader partai. Itu tidak ada korelasinya dengan koalisi," ujarnya.
Ditanya soal pertemuan Presiden Joko Widodo dengan lima ketua umum partai politik beberapa waktu lalu, Nusyirwan menilai, itu bukan bagian dari upaya pembentukan koalisi besar. Oleh karenanya, kata dia, PDI-P tak ambil pusing terkait pertemuan itu.
"Jadi tidak tercermin sedikit pun bahwa kehadiran itu adalah dalam rangka untuk pembentukan koalisi, saya tidak melihat itu," tutur mantan anggota DPR RI tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Menakar-Elektabilitas-Prabowo-Subianto-Anies-Baswedan-dan-Ganjar-Pranowo-Jelang-Pilpres-2024.jpg)