Mutiara Ramadan
Bulan Pendidikan
Bulan di mana umat Islam diwajibkan untuk berpuasa. Bahkan puasa ini juga telah diwajibkan kepada orang-orang terdahulu.
Oleh: Prihono, Staf Kemenag Kulon Progo
TRIBUNJOGJA.COM - Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Kita kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadan.
Bulan di mana umat Islam diwajibkan untuk berpuasa. Bahkan puasa ini juga telah diwajibkan kepada orang-orang terdahulu.
Tujuan dari Allah memerintah puasa ini adalah agar kita menjadi orang yang bertakwa.
Sebagaimana termaktub dalam Q.S. Al Baqarah ayat 183: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa.
Sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.”
Ramadan juga biasa disebut sebagai syahrul tarbiyah atau bulan pendidikan. Pada bulan Ramadan ini diharapkan kita mau belajar untuk meningkatkan pengetahuan. Baik ilmu agama maupun pengetahuan umum.
Namun yang paling utama tentunya kita belajar tentang ilmu agama atau ilmu Alquran. Hadits Nabi mengajarkan,
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya.”
Implementasi dari Ramadan sebagai syahrul tarbiyah ini sudah menjadi budaya atau tradisi yang positif di kalangan umat Islam sejak jaman dahulu kala hingga saat ini. Yakni melalui kajian-kajian kitab maupun ceramah agama secara umum.
Di masjid atau masyarakat umum pada bulan Ramadan ini banyak digelar agenda ceramah, kuliah tujuh menit (kultum), kuliah subuh (kulsub), tadarus bersama, program One Day One Juz (ODOJ), One Week One Juz (OWOJ), maupun kajian yang lain.
Ada juga implementasi melalui Taman Pendidikan Alquran (TPA), pengajian anak, kajian remaja masjid, dan lain-lain.
Di lembaga pendidikan, baik sekolah maupun madrasah juga lebih mengintensifkan pelajaran agama. Baik melalui Rohis, pesantren kilat, dan program-program sejenisnya. Lembaga pemerintah juga demikian tak mau ketinggalan dengan program kajian bakda salat serta agenda lainnya.
Begitu pula media cetak maupun elektronik juga turut bersinergi untuk memberikan pendidikan Islam di bulan Ramadan yang penuh berkah ini melalui berbagai tayangannya.
Media sosialpun juga banyak dibanjiri dengan konten-konten dakwah untuk menciptakan suasana Ramadan yang kondusif.
Untuk itulah maka sudah sepantasnya kita mengisi bulan suci ini dengan berbagai amalan Ramadan yang telah diajarkan oleh agama Islam. Antara lain puasa Ramadan, salat tarawih, tadarus Alquran, iktikaf, sedekah, maupun zakat fitrah.
Puasa Ramadan mengajarkan kita arti persamaan. Meskipun berbeda usia, pekerjaan, jabatan, status sosial, daerah, namun semua merasakan lapar pada saat melaksanakan puasa Ramadan ini.
Salat tarawih juga menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari puasa Ramadan.
Kemudian tadarus Alquran akan menjadikan kita memperoleh syafaat atau pertolongan di akhirat kelak. Iktikaf adalah berdiam diri di masjid yang diisi dengan berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT. Rasulullah banyak melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan.
Sedekah dan zakat fitrah akan mengajarkan kita untuk menjadi orang yang dermawan.
Tentu hal ini menjadi sesuatu yang positif bagi kita. Harapannya selepas Ramadan ini semua umat muslim dapat melestarikan amalan tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/prihono-mutiara.jpg)