Berita Sleman Hari Ini
Buruh Tandur Padi di Sleman Kian Langka
Pemkab Sleman kini mendorong adanya mekanisasi pertanian dengan penerapan rice transplanter agar bisa mempercepat proses tanam.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Luas lahan pertaniannya 228 hektar dengan 150an hektar di antaranya digunakan untuk pertanian padi.
Dalam satu tahun, pertanian di Sumberadi bisa satu kali tanam palawija dan dua kali tanam padi.
Rata-rata per hektar mampu menghasilkan 6,2 ton atau 900 ton padi per satu kali masa tanam.
Jika setahun dua kali tanam maka menghasilkan 1.800 ton gabah kering panen.
Jika penanaman menggunakan mesin rice transplanter maka dapat menghemat ongkos produksi sekaligus mempercepat masa tanam.
"Ada di Kalurahan lain sekarang ada sewa mesin, bisa sekaligus bibitnya. Jadi tiap seribu meter persegi biayanya Rp 300- 350 ribu. Itu sudah termasuk bibit padinya. Jadi sudah gak repot. Waktunya juga tidak lama. Lebih murah," kata dia.
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Ir. Suparmono mengatakan, kelebihan menggunakan mesin transplanter dapat menanam padi lebih cepat dan lebih efisien dibanding dengan tanam konvensional.
Perhitungannya, per hektar mampu menghemat Rp 2,7 juta.
"Apalagi, mencari tenaga tandur sekarang susah. Kalau dengan mesin (transplanter) ini bisa diselesaikan lebih cepat," katanya.
Dalam satu hari rata-rata mampu menyelesaikan proses penanaman seluas 6.000 meter persegi hingga satu hektar lahan.
Namun sayangnya, tidak semua tanah bisa diaplikasikan oleh mesin.
Transplanter hanya bisa diaplikasikan pada tanah dengan karakter rendah lumpur.
Meski demikian, Suparmono tetap mendorong para petani di Kabupaten Sleman untuk mempercepat masa tanam.
Sebab, berdasarkan prediksi BMKG musim hujan tahun ini selesai di Bulan Mei sehingga dengan memanfaatkan musim hujan yang masih ada petani didorong segera tanam padi.
Ia berharap dalam setahun bisa 4 kali tanam agar ketahanan pangan tetap terjaga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Buruh-Tandur-Padi-di-Sleman-Kian-Langka.jpg)