Berita Sleman Hari Ini

Buruh Tandur Padi di Sleman Kian Langka

Pemkab Sleman kini mendorong adanya mekanisasi pertanian dengan penerapan rice transplanter agar bisa mempercepat proses tanam. 

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Ahmad Syarifudin
Penggunaan rice transplanter atau mesin tanam bibit padi di Bulak Koteng, area persawahan di Kalurahan Sumberadi, Kabupaten Sleman Selasa (28/3/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Keberadaan buruh tanam padi atau tandur sangat dibutuhkan bagi para petani ketika memasuki musim tanam.

Namun, profesi tersebut kini kian sulit dicari, tak terkecuali di Bumi Sembada.

Kalaupun ada, jumlahnya tidak banyak dan pekerjaan tandur harus antre karena lahan yang akan ditanam bergantian sehingga membutuhkan waktu lebih lama.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman kini mendorong adanya mekanisasi pertanian dengan penerapan rice transplanter agar bisa mempercepat proses tanam. 

Penerapan rice transplanter satu di antaranya dikenalkan di sekolah lapang budidaya padi di Gapoktan Sumber Lestari, Kalurahan Sumberadi, Mlati, Sleman.

Ketua Gapoktan Sumber Lestari, Maryadi mengatakan, di sekolah lapang dipelajari bagaimana penanaman padi yang lebih modern.

Mulai dari pengolahan tanah, pembibitan, penanaman bahkan hingga panen.

Dari sisi penanaman, mulai menggunakan mesin rice transplanter.

Mesin tersebut merupakan mesin sewaan, Gapoktan Sumber Lestari sendiri belum memiliki mesin penanaman bibit padi tersebut. 

"Harapannya, ke depan dapat difasilitasi oleh Dinas (pertanian). Mengingat, lahan kami luas. Apalagi dengan pertimbangan tenaga tanam sudah sangat jarang. Selain jarang juga antre dan jatuhnya lebih mahal. Mempengaruhi biaya produksi padi," kata Maryadi, dalam acara percepatan tanam padi di Bulak Koteng, Sumberadi, Sleman , Selasa (28/3/2023). 

Menurut dia, mencari tenaga tandur saat musim tanam sudah mulai sulit sejak lima tahun terakhir.

Bahkan, tiap dusun belum tentu memiliki tenaga tandur.

Maka terpaksa harus mencari tenaga tandur di dusun sebelah.

Karena musim tanamnya berbarengan sehingga proses tanam harus antre.

Padahal gapoktan Sumber Lestari di Sumberadi membawahi 13 Kelompok Tani dengan anggota 1.032 orang.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved