Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Mengapa Daerah Perkotaan Kadang Terasa Lebih Panas? Ini Kata Pakar UGM

Cuaca di daerah perkotaan, termasuk di DI Yogyakarta , seringkali terasa lebih panas dan kurang sejuk.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
pixabay
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Cuaca di daerah perkotaan, termasuk di DI Yogyakarta , seringkali terasa lebih panas dan kurang sejuk.

Ternyata, hal tersebut memiliki julukan tersendiri, yakni Urban Heat Island (UHI).

“Di pusat perkotaan itu kan terbangun semua. Jadi, semua radiasi matahari yang terserap itu dilepaskan dengan energi yang sama, semuanya. Itu namanya fenomena UHI,” ujar Pakar Iklim dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada ( UGM ), Dr. Emilya Nurjani, S.Si., M.Si, Kamis (16/3/2023).

UHI dapat diartikan sebagai daerah perkotaan atau metropolitan yang secara signifikan lebih hangat daripada daerah pedesaan di sekitarnya karena aktivitas manusia.

Baca juga: DIY Masuki Musim Pancaroba, BMKG : Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi

Perbedaan suhu biasanya lebih besar pada malam hari daripada siang hari dan paling terlihat saat angin lemah.

UHI juga paling terlihat selama musim panas dan musim dingin.

Penyebab utama efek UHI adalah dari modifikasi permukaan tanah.

Emilya mengatakan, di perkotaan, ada banyak gedung-gedung tinggi, pengaspalan dan jarangnya vegetasi atau penanaman tumbuh-tumbuhan.

Situasi seperti itu tidak bisa menyerap sinar UV cahaya matahari dengan baik.

Permukaan buatan manusia ini menyimpan energi surya, mengubahnya menjadi energi panas, dan melepaskannya pada malam hari, menciptakan suatu wilayah dengan udara yang panas di sekitar kota.

“Pengunaan pendingin, emisi kendaraan bermotor, itu juga berkontribusi menciptakan fenomena UHI,” jelasnya.

Baca juga: Kenapa Cuaca di Yogya Terasa Panas Akhir-akhir Ini? Ternyata Begini Penjelasan BMKG

Sebuah studi telah menunjukkan bahwa UHI dapat dipengaruhi oleh kedekatan dengan berbagai jenis tutupan lahan.

Maka, kedekatan dengan tanah tandus menyebabkan tanah perkotaan menjadi lebih panas dan kedekatan dengan vegetasi membuatnya lebih sejuk.

Ketika pusat populasi tumbuh, itu cenderung memperluas wilayahnya dan meningkatkan suhu rata-ratanya.

Istilah UHI ini dapat digunakan untuk merujuk ke area mana pun yang relatif lebih panas dari sekitarnya, tetapi umumnya merujuk ke area yang terganggu oleh manusia.

“Jadi, memang vegetasi harus diperbanyak untuk meredam kenaikan suhu udara,” tukasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved