DIY Masuki Musim Pancaroba, BMKG : Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi

Musim pancaroba berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diperkirakan terjadi pada Maret hingga April 2023.

Tayang:
Science Daily
Ilustrasi cuaca ekstrem 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wilayah DI Yogyakarta saat ini tengah memasuki musim pancaroba atau peralihan dari musim penghujan ke kemarau.

Pancaroba berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diperkirakan terjadi pada Maret hingga April 2023.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, mengatakan berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG memprediksi fenomena La-Nina pada Maret 2023 masih dalam kondisi netral hingga semester pertama 2023, dan diprediksi akan beralih menjadi El-Nino pada awal semester kedua dengan peluang kejadian 50 – 60  persen.

"Selain itu anomali suhu muka laut perairan Indonesia pada Maret hingga Mei 2023 didominasi kondisi normal dan akan beralih menuju anomali positif atau hangat pada Juni hingga Agustus 2023," jelas Warjono, Kamis (16/3/2023).

Dia menjelaskan, angin Monsun Australia mulai masuk wilayah selatan ekuator pada Mei 2023 dengan intensitas relatif sama dengan pola normalnya.

Dengan kondisi tersebut dan diperkuat dengan labilitas lokal terutama pada siang hingga sore hari, serta mulai beralihnya musim hujan ke musim kemarau yaitu pada bulan Maret - April 2023 di wilayah Jawa khususnya DI Yogyakarta.

Sepanjang musim pancaroba, BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memperkirakan potensi terjadinya cuaca ekstrem

Meliputi hujan sedang-lebat disertai kilat/petir & angin kencang, hujan es, dan angin puting beliung.

Untuk itu BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengimbau kepada Pemerintah Daerah serta masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak terjadinya longsor, banjir, banjir bandang, serta kerusakan akibat sambaran kilat/petir, angin kencang, hujan es, dan angin puting beliung di wilayah DI Yogyakarta pada siang atau sore hari hingga menjelang malam hari.

"Oleh karena itu diharapkan masyarakat berhati-hati jika beraktifitas di luar rumah, serta mencari informasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan. Selain itu masyarakat hendaknya memperbarui informasi terkait kondisi cuaca terkini melalui media massa maupun media sosial resmi BMKG," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved