Berita Gunungkidul Hari Ini

Transaksi Jual-beli Sapi di Gunungkidul Anjlok Akibat Penyebaran LSD

Sejak awal Februari sapi yang masuk turun drastis menjadi hanya sekitar 200-an ekor.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Kondisi Pasar Hewan Munggi, Semanu, Gunungkidul yang sepi belum lama ini. Sepinya pasar disebabkan kekhwatiran pedagang dan pembeli terkait penyebaran LSD. 

Ia menyebut penurunannya hingga 60 persen.

Pasalnya, kebanyakan pedagang sapi datang dari luar Gunungkidul .

Baca juga: 98 Ekor Sapi di Kulon Progo Terjangkit Penyakit LSD, Peternak Diimbau Jaga Kebersihan Kandang 

Harga sapi pun juga turun sekitar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per ekor dari harga sebelumnya.

"Banyak pedagang dan pembeli enggan masuk pasar karena khawatir ternaknya ikut kena LSD ," kata Bambang.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul mencatat sebanyak 147 kasus LSD pada sapi .

Ratusan kasus ini tercatat hingga Februari lalu, dengan 2 sapi dilaporkan mati.

Kepala DPKH Gunungkidul , Wibawanti Wulandari mengatakan pihaknya kini memperketat pengawasan lalu lintas ternak yang masuk, terutama di pasar hewan.

"Kalau ada temuan langsung kami tangani, didata, lalu dipulangkan namun tetap dalam pemantauan," jelas Wibawanti.( TTribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved