Berita Kulon Progo Hari Ini
98 Ekor Sapi di Kulon Progo Terjangkit Penyakit LSD, Peternak Diimbau Jaga Kebersihan Kandang
Puluhan ekor sapi di Kabupaten Kulon Progo dikabarkan terserang penyakit lumpy skin diseases (LSD). Untuk itu, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP)
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Puluhan ekor sapi di Kabupaten Kulon Progo dikabarkan terserang penyakit lumpy skin diseases (LSD).
Untuk itu, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) setempat meminta kepada peternak lebih memperhatikan kebersihan sanitasi kandang ternaknya masing-masing.
"Di Kulon Progo, terakhir data yang masuk ada 98 ekor sapi (terserang LSD). Tersebar di 12 kapanewon namun ngeblok-ngeblok khususnya sentra ternak, tidak menyebar masif," kata Aris Nugroho, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Rabu (22/2/2023).
Baca juga: Hasil Pertemuan dengan Surya Paloh, AHY: Demokrat dan Nasdem Tolak Sistem Proporsional Tertutup
Seperti diketahui, penyakit LSD sudah menyebar di beberapa daerah, bukan hanya di Kulon Progo.
Kendati demikian, penyakit kulit benjolan pada sapi bukan termasuk zoonosis sehingga tidak menularkan ke manusia.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu panik dengan temuan penyakit tersebut. Aris menyebut, angka kematian akibat penyakit LSD di wilayahnya sangat kecil.
Sebagai upaya pengendalian, DPP Kulon Progo telah memberikan obat bagi sapi yang terjangkit penyakit LSD.
Di samping itu, juga penyemprotan sanitasi kandang untuk menjaga vektor penyebaran.
"Karena LSD disebabkan oleh virus. Penyebarannya melalui vektor khususnya lalat sehingga penting menjaga kebersihan sanitasi kandang. Berbeda dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang lebih cepat penularannya," jelas Aris.
Kabupaten Kulon Progo, kata Aris, mendapat bantuan alokasi vaksin dari Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY sebanyak 400 dosis.
Pemberian vaksin menyasar hewan yang masih sehat namun lokasinya berdekatan dengan daerah wabah. Bahkan, penyuntikkan vaksin sudah dimulai pekan kemarin.
DPP Kulon Progo juga sudah mensosialisasikan terkait ciri-ciri dan langkah yang harus dilakukan jika hewan ternaknya terindikasi penyakit LSD melalui media sosial.
Baca juga: Ganjar Pranowo Tinjau Instalasi Gama Rain Filter Bantuan Kagama di Balikpapan
Harapannya, pengetahuan masyarakat terhadap penyakit LSD lebih meningkat.
"Jadi tidak usah panik. Jika ditemukan benjolan di kulit sapi segera dilaporkan (DPP Kulon Progo) agar segera ditindaklanjuti," pungkasnya. (scp)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Aris-Nugroho-saat-ditemui-Rabu-2222023.jpg)