Pemilu 2024

Relawan dan Pengagum Ganjar Pranowo di Yogyakarta Luncurkan Rumah Pergerakan Omah Putih

masyarakat yang tergabung dalam berbagai simpul relawan pendukung Ganjar Pranowo di DIY, meluncurkan sebuah rumah pergerakan bertajuk Omah Putih

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Azka Ramadhan
Suasana launching Omah Putih, di Umbulharjo, Kota Yogyakarta, sebagai rumah pergerakan simpatisan dan relawan pendukung Ganjar Pranowo, Rabu (1/3/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam berbagai simpul relawan pendukung Ganjar Pranowo di DIY, meluncurkan sebuah rumah pergerakan bertajuk Omah Putih, Rabu (1/3/2023) siang.

Berlokasi di Jalan Cendana, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Omah Putih bakal difungsikan sebagai sarana komunikasi, interaksi, koordinasi dan sinkronisasi pergerakan dari pengagum dan simpatisan Ganjar Pranowo.

Baca juga: Bupati Bantul Menilai Peringatan Umum 1 Maret Bisa Pupuk Jiwa Nasionalisme dan Patriotisme

Adapun launching Omah Putih sedikitnya didukung lebih dari 25 organisasi massa yang selama ini getol mengarahkan dukungan ke Ganjar Pranowo jelang Pilpres 2024.

Antara lain, Tugiman Senter, Foreder, Moto GP, Ganjarist, SGI, Pagar Pro, Garis, DGP8, Semoga, Bargan, Forgan, Srigan, Kancane Ganjar, GRJ for GP, Mak Ganjar, Putri Bargan, KGN, yang siap merealisasikan Omah Putih sebagai pos komando pergerakan bersama.

Koordinator Komunitas Tugiman Senter, Siswanto, mengungkapkan, melalui Omah Putih, pihaknya ingin menyatukan pergerakan simpatisan Ganjar Pranowo, yang tergabung dalam berbagai komunitas, organisasi massa dan kelompok masyarakat multi dimensi. Dengan begitu, sosialisasi Ganjar Pranowo sebagai figur tokoh nasionalis, religius, serta punya kapasitas leadership yang teruji kepiawaiannya, mampu berjalan baik.

"Bertepatan dengan lajunya pergerakan massa di wilayah DIY, maka Tugiman Senter menawarkan markas kami ini untuk digunakan sebagai markas bersama ormas-ormas pendukung Ganjar Pranowo di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya," ucap Siswanto.

Dijelaskannya, peluncuran Omah Putih pun sengaja dibarengkan dengan hari bersejarah Serangan Umum 1 Maret, yang memiliki nilai historis tinggi untuk bangsa Indonesia.

Sementara, asal-muasal nama Omah Putih bermula dari warna bangunan yang serba putih, serta diharapkan ke depan idiomatik putih pun dapat melekat pada sosok Ganjar Pranowo, yang selama ini identik dengan warna rambutnya yang selalu putih.

"Omah Putih juga terbuka bagi siapa saja, ya, untuk berinteraksi dan berdiskusi, atau ingin lebih mengenal pribadi, karakter, hingga ide pemikiran Ganjar Pranowo, sebagai figur pemimpin visioner, sederhana, religius dan dekat dengan rakyat," jelasnya. 

Lebih lanjut, Siswanto meyakini, keberadaan Omah Putih yang menaungi deretan relawan dengan jumlah massa terbilang besar, bakal meningkatkan 'nilai tawar' sosok Ganjar Pranowo, untuk menyabet tiket sebagai capres dalam Pilpres 2024 mendatang.

Bukan tanpa alasan, sampai sejauh ini, PDI Perjuangan pun belum menunjukkan sinyal dan urung membeberkan nama yang bakal diusung dalam kontestasi lima tahunan tersebut.

"Perhitungan kami, 40 persen organ Pro Jokowi yang berubah nama jadi Pro GP, pasti bereaksi jika Pak Ganjar tidak diusung. Semoga ada kawan struktural (partai) yang mendengar, bahwa ini adalah gelombang besar dari relawan Pro GP," tandasnya.

"Harapan kami, (pergerakan) ini bisa menjadi bahan pertimbangan dan dimunculkan. Sehingga, pada September nanti, Ganjar Pranowo bisa menjadi calon presiden dari salah satu partai besar, untuk nantinya bertarung di Pilpres 2024," pungkas Siswanto. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved