Perang Rusia Vs Ukraina

Ukraina Bersiap Serbu Transnistria, Perang Bisa Melebar ke Moldova

Rusia memperingatkan pasukan Ukraina dimobilisasi di perbatasan dengan Transnistria dan bersiap menyerbu wilayah yang memisahkan diri dari Moldova.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
twitter
Militer Ukraina di Donbass 

Menurut Recean, pasukan dan senjata yang secara ilegal berada di Transnistria perlu dievakuasi ke Rusia sebagai bagian resolusi damai konflik Ukraina.

Sementara itu, pasukan Ukraina terlihat mendekati wilayah yang memisahkan diri dan menyimpan banyak senjata dan amunisi.

Recean menjabat minggu lalu, setelah pendahulunya mengundurkan diri, dengan alasan kurangnya dukungan rakyat.

Sejak itu dia telah mengungkit Transnistria setidaknya dua kali sejak menjabat.

Dia sebelumnya berpendapat demiliterisasi wilayah tersebut, sehingga penduduknya dapat diintegrasikan kembali secara ekonomi dan sosial ke Moldova.

Presiden Ukraina Vladimir Zelensky mengklaim Moskow sedang bersiap untuk menggulingkan pemerintah di Moldova.

Dia mengatakan kepada outlet Jerman Die Welt pasukan terjun payung Rusia mungkin menyerbu satu-satunya bandara di ibu kota negara itu di Chisinau.

Ukraina bersedia membantu jika ini terjadi. Recean mengatakan kepada TV pemerintah ada beberapa skenario destabilisasi dan serangan bandara adalah salah satunya.

Moldova siap menghadapi tantangan seperti itu. Di kemudian hari, sebuah konvoi pasukan Ukraina dan kendaraan lapis baja difoto bergerak menuju perbatasan dengan Transnistria.

Sementara itu, Presiden Moldova Maia Sandu berada di Polandia, di mana dia bertemu dengan Presiden AS Joe Biden.

Dalam pidato yang disampaikan di Warsawa, Biden memuji rakyat Moldova yang mencintai kebebasan, dan menjanjikan dukungan kedaulatan dan integritas wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan awal bulan ini AS dan sekutunya berusaha membuat Moldova menjadi benteng anti-Rusia lain di sepanjang garis Ukraina.

Lavrov menyebutkan, Sandu berkuasa melalui beberapa metode yang sangat aneh dan bersedia melakukan apa saja. untuk dianeksasi Rumania.

Uni Eropa memberikan status kandidat keanggotaan ke Moldova dan Ukraina tahun lalu, sebagai isyarat simbolis melawan Moskow.(Tribunjogja.com/RussiaToday/xna)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved