Perang Rusia Vs Ukraina
Medvedev Peringatkan Konflik Dunia, Rusia Siap Gunakan Senjata Nuklir
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan potensi konflik dunia, dan Rusia menyatakan siap menggunakan senjata nuklirnya.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Vucic mengunjungi pameran senjata IDEX di Uni Emirat Arab. Vucic sekali lagi mengatakan dunia sedang mempersiapkan perang.
“Semua orang membutuhkan amunisi. Setiap orang membeli segalanya, apa pun yang bisa kami hasilkan akan dijual, ”kata Vucic.
"Saya tidak tahu bagaimana beberapa barang ini belum berakhir di medan perang Ukraina," katanya.
Permintaan untuk hal-hal seperti roket untuk sistem peluncur ganda 'Grad' telah meningkat sebesar 70 persen.
Presiden Serbia mencatat Beograd ingin memperluas beberapa produksi amunisinya, karena semuanya meminta.
"Amunisi laris manis seperti kacang goreng," kata Vucic.
Rusia mengklaim menggunakan 35.000 putaran tembakan per hari, dan Ukraina sekitar 16.000, yang bertambah selama setahun.
“Serbia berusaha menahan setidaknya beberapa perangkat keras untuk kebutuhannya sendiri,” kata Vucic.
“Tentara kita dan negara kita harus didahulukan. Setidaknya 30 persen dari semua yang dibuat di Serbia harus tetap di Serbia,” katanya kepada wartawan.
“Kami hanya bisa menjual apa yang bisa kami sisakan. Semua orang ingin berperang, semua orang bersiap untuk perang," imbuhnya.
Khawatir dengan lingkungannya sendiri, Beograd juga mengimpor apa pun yang bisa, termasuk tawaran untuk jet tempur Rafale dari Prancis.
Menurut Vucic, kontrak dengan Emirates untuk drone kamikaze harus ditandatangani akhir pekan ini.
“Kami dikelilingi oleh negara-negara NATO. Bosnia-Herzegovina bukan (anggota), tetapi pasukan NATO juga ada di sana, juga di bagian wilayah kami sendiri, di Kosovo,” kata Presiden Serbia itu.
Dimintai komentar tentang situasi di Ukraina, Vucic mengatakan dia mengharapkan perubahan besar di medan perang dalam dua hingga tiga hari ke depan, yang dapat menyebabkan tekanan barat lebih lanjut terhadap Serbia.
Vucic sejauh ini menolak tuntutan AS dan UE untuk memberikan sanksi kepada Rusia, bersikeras pada netralitas militer Beograd dalam konflik yang sedang berlangsung.
Pameran pertahanan global IDEX 2023, yang diadakan di Abu Dhabi, adalah salah satu pameran senjata terbesar di dunia.
Acara minggu ini dihadiri 1.350 vendor dari 65 negara. Selain amunisi, Serbia mengiklankan howitzer self-propelled Nora dan kendaraan lapis baja Lazar dan Milos.(Tribunjogja.com/RussiaToday/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-ledakan-nuklir.jpg)