Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi 21 Februari 2023: Tercatat 11 Kali Gempa Guguran

BPPTKG mencatat terjadi beberapa kegempaan. Menurut pengamatan pada Selasa (21/02/2023) mulai pukul 00.00-06.00, terjadi guguran sebanyak 11 kali,

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/Almurfi Syofyan
Seorang warga melintas di lereng gunung Merapi di Desa Balerante, Kemalang, Klaten beberapa waktu lalu 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BPPTKG mencatat terjadi beberapa kegempaan. Menurut pengamatan pada Selasa (21/02/2023) mulai pukul 00.00-06.00, terjadi guguran sebanyak 11 kali, amplitudo : 3-25 mm, dan durasi : 26.2-126.4 detik. 

Hybrid/Fase Banyak sebanyak 1 kali, amplitudo : 11 mm, S-P : 0.4 detik, dan durasi : 6 detik. Vulkanik Dalam terjadi 21 kali dengan amplitudo : 5-19 mm, S-P : 0.4-1.1 detik, dan durasi : 6.9-12.7 detik. 

Pada pengamatan meteorologi cuaca berawan dan mendung.

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Pemadaman Listrik di DI Yogyakarta Hari Ini, Selasa 21 Februari 2023

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara 17.6-19 °C, kelembaban udara 71-97 persen, dan tekanan udara 872.8-917.9 mmHg. 

Secara visual gunung kabut 0-II hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. 

Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus Siaga atau level III.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Selasa 21 Februari 2023, BMKG : Waspadai Hujan Lebat di 30 Provinsi

Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Selain itu, masyarakat diminta untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

BPPTKG akan terus memantau aktivitas Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (maw) 

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved