Karang Taruna Mancingan dan Pelaku Jasa Pariwisata Parangtritis Bersihkan Sampah Pantai

"Rekan-rekan petugas kebersihan mengangkut sekitar kurang lebih 3 ton sampah setiap hari. Kita kebut untuk kenyamanan wisatawan yang berkunjung"

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Agus Wahyu
TRIBUN JOGJA/ISTIMEWA
GOTONG ROYONG - Warga Dusun Mancingan dan Pelaju Jasa Pariwisata bersama-sama membersihkan sampah sungai yang mengotori Pantai Parangtritis, Sabtu (18/2). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Tingginya curah hujan mengakibatkan debit air dan aliran sungai meningkat. Dampaknya sampah-sampah di sungai hanyut sampai laut dan terdampar di pantai.

Kondisi ini terjadi hampir di setiap musim penghujan. Karang Taruna Dusun Mancingan, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Bantul tak tinggal diam dan bergotong royong membersihkan sampah di pantai untuk kenyamanan wisatawan.

Ketua Karang Taruna, Ivan Galang mengatakan, melihat banyaknya sampah di Pantai Parangtritis, dirinya mengajak pelaku jasa wisata dan warga sekitar bergotong royong membantu petugas kebersihan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul untuk membersihkan sampah.

Ivan menjelaskan, bahwa curah hujan yang berkepanjangan di wilayah Yogyakarta mengakibatkan sampah yang ada di sungai hanyut ke bibir pantai. "Mayoritas warga pesisir Pantai Parangtritis sebagai pelaku jasa wisata, tentunya kita mengutamakan pelayanan untuk wisatawan," ujarnya, Sabtu (18/2).

Suranto, Kepala Koordinator Tim Kebersihan Dispar Bantul mengatakan, pihaknya selalu berupaya menjaga kebersihan pantai setiap hari. Pada musim hujan ini, diperlukan ekstra tenaga untuk memungut sampah-sampah yang bertebaran di sepanjang pantai.

"Rekan-rekan petugas kebersihan mengangkut sekitar kurang lebih 3 ton sampah setiap hari. Kita kebut untuk kenyamanan wisatawan yang berkunjung," ungkapnya.

Butuh kesadaran
Sementara Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menjelaskan, saat ini kesadaran soal kebersihan lokasi wisata di Pantai Parangtritis sudah tinggi. Terlebih, disebutnya, sampah yang sering mengotori pantai selatan Bantul lebih banyak berasal dari sungai yang menghanyutkan sampah sampai ke laut pada saat musim penghujan.

“Jika tidak ditindaklanjuti, tentu akan menggangu kenyamanan para pengunjung. Sampah wisatawan sebenarnya relatif sangat kecil, rata-rata per bulan kurang lebih hanya 4-9 ton. Tetapi, yang paling parah adalah ketika pergantian musim terutama musim penghujan. Sampah dibawa sungai masuk ke laut, kemudian berbalik ke pantai itu jumlahnya 60-100 ton, jumlah itu bahkan bisa terkumpul dalam waktu satu minggu,” terangnya.

Menurutnya, pihaknya bisa mengendalikan perilaku wisatawan untuk membuang sampah pada tempatnya, namun sampah di pantai tak hanya dari wisatawan saja, ada juga sampah yang ikut hanyut dari aliran sungai.

Sampah-sampah itu jenisnya bermacam-macam, selain sampah rumah tangga ada pula ranting, dahan pohon yang ikut hanyut di sungai sampai akhirnya terdampar di pantai.
“Kami tak bermaksud menuduh yang di utara Bantul, tetapi faktanya setiap banjir seperti itu. Maka, akan lebih baik kalau di Kota Yogyakarta dan Sleman juga ada kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya atau mengelola sampah secara baik. Insya Allah akan mengurangi sampah yang ada di kawasan pantai selatan,” tandasnya. (nto) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved