Perang Rusia Vs Ukraina
Presiden Belarusia Temui Putin Bahas Situasi Keamanan Terkini Rusia
Presiden Belarusia muncul di Moskow, menemui Presiden Rusia Vladimir Putin. Keduanya membahas situasi keamanan dan pertahanan terkini.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW - Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Jumat (17/2/2023).
Masalah keamanan, pertahanan, dan integrasi dalam kerangka negara kesatuan menjadi agenda utama pertemuan keduanya.
Pertemuan kedua pemimpin dilangsungkan di Novo-Ogaryovo, kediaman Presiden Rusia di pinggiran kota Moskow.
“Kami akan membahas masalah keamanan dan pertahanan. Tetapi hal utama - saya telah mengatakan pada suatu saat di April-Mei kami sedang mempersiapkan pertemuan Dewan Tertinggi Negara,” kata Lukashenko.
“Kami akan membahas masalah-masalah yang bersifat ekonomi, militer, dan politik, yang akan dibahas di Mahkamah Agung Dewan Negara,” lanjutnya.
Lukashenko mengingatkan pertanyaan terpenting apakah mereka masih ingin melihat bagaimana pemerintah Belarusia dan Rusia memenuhi tugas-tugas yang telah ditetapkan.
“Pertama-tama, ekonomi tentang sumber daya energi, pasar tunggal, substitusi impor, bagaimana pembiayaannya, bagaimana penerapannya," lanjut Lukashenko sebelum pertemuan.
Baca juga: Salah Sasaran, Rudal S-300 Ukraina Malah Meluncur ke Wilayah Belarusia
Baca juga: Belarusia Akan Terjun ke Perang Ukraina Jika Hadapi Situasi Seperti Ini
Sehari sebelumnya, Aleksandr Lukashenko mengatakan tindakan agresi Kiev terhadap negaranya akan menjadi satu-satunya alasan Belarusia terjun ke peperangan.
Dia juga mengklaim barat ingin menyeret Minsk ke tengah konflik Rusia Vs Ukraina yang didukung NATO.
Berbicara kepada wartawan di Minsk, Kamis (16/2/2023), Lukashenko mengatakan siap berperang bersama Rusia jika dipaksa.
"Saya siap berperang bersama Rusia dari wilayah Belarusia hanya dalam satu kasus: Jika hanya satu tentara saja datang dari sana (Ukraina) ke wilayah Belarusia untuk membunuh rakyat saya," katanya.
Dia kemudian memperingatkan jika Ukraina atau negara tetangga lainnya melakukan agresi terhadap Belarusia, akan ada tanggapan yang paling keras.
Lukashenko menambahkan Belarusia adalah negara damai yang tidak menginginkan perang.
Ia mencatat meskipun merupakan sekutu dekat, Moskow tidak meminta Minsk untuk mengambil bagian dalam konflik tersebut.
Presiden Belarusia juga mengklaim, mengutip laporan intelijen, barat ingin menyeret Belarusia ke dalam konflik untuk semakin memperluas garis depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tiga-Tokoh-Utama-Rusia.jpg)