Bawaslu Klaim Indeks Kerawanan Pemilu di Klaten Diklaim Turun, Ini Sebabnya
Menurutnya, pada tahun 2022 lalu, indeks kerawanan pemilu di daerah itu berada di angka 34,02 persen.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mengklaim penurunan indeks kerawanan pemilu (IKP) di daerah itu.
Menurutnya, pada tahun 2022 lalu, indeks kerawanan pemilu di daerah itu berada di angka 34,02 persen.
Padahal di tahun 2020 indek kerawanan pemilu di Klaten berada di angka 53 persen dan di tahun 2019 menyentuh angka 54,35 persen.
Ketua Bawaslu Klaten, Arif Fatkhurrohkman, menyampaikan penurunan indeks kerawanan pemilu di Klaten dipengaruhi oleh beberapa waktu.
"Indeks kerawanan pemilu ini turun terutama di dimensi sosial politik, memang disini kita dapat skor lebih rendah dari sebelumnya," ujarnya, Kamis (16/2/2023).
Selain itu, kata Arif pada dimensi partisipasi juga terjadi penurunan secara drastis bahkan berada di skor nol.
"Upaya yang kita lakukan cukup beragam, namun ini tak terlepas dari perubahan yang terjadi pada masyarakat juga," ucap dia.
Dulu, kata dia laporan yang masuk ke Bawaslu Klaten lebih didominasi oleh tim sukses dari peserta pemilu, namun saat ini masyarakat luas juga tak ragu ambil peran dalam membuat laporan.
"Ada aspek masyarakat yang lari atau sembunyi, namun bersedia jadi saksi da ini berkaitan dengan dimensi partisipasi tadi," akunya.
Sementara itu, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Jaka Purwanto mengapresiasi terobosan Bawaslu dalam menurunkan indeks kerawanan pemilu..
"Ini terobosan yang sangat penting demi menciptakan Pemilu 2024 yang lebih baik, berkualitas dan demokratis," imbuhnya.
Ia menyebut, peran Bawaslu dalam mewujudkan Pemilu yang demokratis sangat vital.
"Lebih dari itu, kegiatan pengawasan ini hendaknya juga ada kesadaran masyarakat dan sebagai legitimasi dari Pemilu yang jujur dan adil," tukasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bawaslu-Klaten-Satu-tahuun-menuju-Pemilu-2024.jpg)