Perang Rusia Vs Ukraina
Menlu Hongaria Peringatkan Eropa, Rusia Bakal Menangkan Perang
Menlu Hongaria Peter Szijjarto memperingatkan Eropa yang terus memasok senjata ke Ukraina. Tindakan itu akan semakin berbahaya bagi Eropa.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
“Otoritas Kiev tidak memiliki infrastruktur militer modern, tetapi mereka memiliki orang," jelasnya.
“Jika kita tidak mengirim peralatan militer ke Ukraina dalam beberapa minggu mendatang, (Presiden Rusia Vladimir) Putin mungkin menang. Dia bisa menang dan kita tidak tahu di mana dia akan berhenti,” lanjut Duda memperingatkan.
Komentarnya tidak luput dari perhatian juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.
Lewat tulisan di kanal Telegramnya, Zakharova menunjukkan jika senjata Barat dipasok ke Ukraina dengan tergesa-gesa, mereka tidak akan dapat mengubah hasil konflik.
Pemerintah Kiev dan pendukung asingnya dikutuk untuk kalah. Ia menambahkan pengiriman senjata tidak akan membantu, dan hanya akan memperburuk keadaan.
"Pertobatan atas apa yang telah mereka lakukan adalah satu-satunya jalan keluar bagi barat," tulis Zakharova.
AS, INggris, Kanada, Jerman, Prancis berkomitmen mengirim lusinan tank tempur utama ke Ukraina. Sejauh ini baru Kanada yang mengirimkan satu unit tank Leopard ke Ukraina via Polandia.
Jerman mengatakan sebanyak 88 unit tak Leopard 1 yang sudah tua dan tak pernah digunakan, akan dikirim bersama 14 tank Leopard 2.
Pengiriman tahap pertama diperkirakan akhir Maret. Tapi Berlin menyatakan, tank Leopard 1 butuh perbaikan berat, sehingga paling cepat dikirimkan 2024.
Polandia, yang telah menjadi salah satu pendukung terbesar Ukraina di antara negara-negara Uni Eropa, berjanji untuk memberi tetangganya 14 Leopard 2 dan 60 tank T-72 era Soviet yang dimodifikasi.
Negara-negara barat hingga saat ini masih mengesampingkan pengiriman jet tempur F-16, permintaan baru yang dibuat oleh Presiden Ukraina Vladimir Zelensky.
Pasukan Ukraina di berbagai front saat ini mulai kehabisan amunisi untuk bertempur. Stok tidak dapat diisi kembali sesuai waktu yang diperlukan.
Igor Zhovkva, Wakil Kepala Kantor Presiden Ukraina menyesalkan sekarang pihaknya hampir tidak memiliki amunisi.
“Kami kehabisan amunisi dengan sangat cepat karena pertempuran intensif,” jelasnya, seraya menambahkan pasukan Rusia memiliki lebih banyak daya tembak.
Staf Zelensky juga mencatat Kiev membutuhkan rudal jarak jauh untuk mencabut wilayah Ukraina, bukan untuk mencapai target di dalam Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Rusia-Ungkap-Jumlah-Kerugian-Nyawa-Selama-Perang-Lawan-Ukraina.jpg)