Perang Rusia Vs Ukraina
Mantan PM Italia Silvio Berlusconi Sebut Zelensky Sosok Sangat Negatif
Mantan PM Italia Silvio Berlusconi menyebut sosok Presiden Ukraina Volodymir Zelensky sangat negatif karena menghancurkan Ukraina dan Eropa.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, ROMA – Mantan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi menyebut Presiden Ukraina Volodymir Zelensky sebagai orang yang sangat negatif.
Perilakunya telah menghancurkan Ukraina dan membahayakan Eropa. Sisi lain Berlusconi meminta Presiden AS Joe Biden membantu Ukraina dengan syarat gencatan senjata dengan Moskow.
Berbicara setelah pemilihan regional di Lombardy, Minggu (12/2/2023), Berlusconi, yang memimpin Partai Forza Italia, terus mengecam Presiden Ukraina Vladimir Zelensky.
“Jika saya menjadi perdana menteri, saya tidak akan pernah pergi (untuk berbicara dengannya) karena kami menyaksikan kehancuran negaranya dan pembantaian tentara dan warga sipilnya,” katanya.
Mantan pemimpin Italia itu menyatakan sudah cukup bagi Zelensky berhenti menyerang dua republik otonom Donbass dan tidak akan terjadi.
Berlusconi memandang perilaku pria itu sangat, sangat negatif. Ia mengacu pada Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk, yang, bersama dengan dua bekas wilayah Ukraina lainnya, memilih untuk bergabung Rusia.
Baca juga: Mantan PM Italia Silvio Berlusconi Desak Barat Berhenti Pasok Senjata ke Ukraina
Baca juga: Putin : Rusia Kembali Hadapi Nazisme Lewat Simbol Tank Jerman di Ukraina
Baca juga: Terlibat Semakin Dalam, NATO Janji Kirim Senjata Lebih Berat ke Ukraina
Untuk mengakhiri konflik, lanjutnya, Joe Biden harus menawarkan Marshall Plan baru senilai beberapa miliar dolar untuk membangun kembali Ukraina.
Syaratnya, Biden harus meminta Zelensky memerintahkan gencatan senjata besoknya.
“Karena mulai besok kami tidak akan lagi memberimu dolar dan kami tidak akan lagi memberimu senjata. Hanya hal seperti itu yang bisa meyakinkan pria ini untuk mencapai gencatan senjata,” katanya.
Menyusul pernyataan tersebut, sekutu koalisinya, PM Giorgia Meloni yang berhaluan kiri, tampak menjauhkan diri dari Berlusconi.
Meloni ada dalam situasi harus loyal ke Uni Eropa, dan sejak awal konflik Italia menunjukkan dukungan ke Kiev. Italia turut memasok senjata ke Kiev.
Tapi pada pertemuan Uni Eropa di Brussel, Meloni menyayangkan kemunculan Volodymir Zelensky. Ia berpendapat tak selayaknya Zelensky diundang hadir pada pertemuan itu.
Berlusconi yang empat periode memimpin Italia, yaitu dari 1994 hingga 2011, mengembangkan hubungan dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dia bahkan mengunjungi Krimea pada 2015 setelah semenanjung itu memilih dalam referendum untuk bergabung dengan Rusia.
Padahal negara-negara barat saat itu hingga sekarang menolak untuk mengakui hasil referendum Krimea.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berlusconi_vdjgdf_20160806_214810.jpg)