Perang Rusia Vs Ukraina
Ukraina Akan Gempur Krimea Gunakan Rudal Harpoon Inggris
Ukraina akan menggempur Semenanjung Krimea jika Inggris mengirimkan rudal antikapal Harpoon ke Kiev.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Negara-negara barat telah memberlakukan banyak sanksi terhadap Rusia dan telah memasok senjata ke Ukraina.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan setiap kargo yang berisi persenjataan untuk Ukraina akan menjadi target yang sah untuk Rusia.
Sebelumnya, pemerintahan Presiden Joe Biden sedang mempertimbangkan memberi Ukraina senjata yang diperlukan untuk menargetkan Semenanjung Krimea.
Area ini dianggap berperan penting bagi kelangsungan operasi Rusia selama operasi militer khusus di Ukraina.
Pemerintah Washington percaya posisi Kiev dalam negosiasi di masa depan akan diperbaiki jika militer Ukraina dapat mengancam kendali Rusia atas Krimea.
Namun demikian, langkah tersebut berarti dapat meningkatkan risiko eskalasi konflik, karena Rusia akan meresponnya secara keras.
Pentagon telah mengirimkan senjata berat ke Ukraina, mulai Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS).
Paket berikutnya mencakup pengiriman kendaraan tempur Bradley serta tank tempur utama M1 Abrams sebanyak 31 unit dari gudang Pentagon.
Sejauh ini, pemerintah AS masih enggan memberikan rudal jarak jauh kepada Ukraina yang dibutuhkan Kiev untuk menyerang Krimea.
Washington masih takut langkah seperti itu dapat memprovokasi Rusia dan memperluas konflik ke Eropa.
Selain Bradley dan tank M1 Abrams, AS mengirimkan kendaraan taktis Stryker selain berbagai artileri dan amunisi dalam jumlah sangat besar.
Pengerahan Strykers akan menandai pertama kalinya Departemen Pertahanan AS menyediakan persenjataan lebih kuat bagi Ukraina.(Tribunjogja.com/Sputniknews/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Rudal-Antikapal-Harpoon-Diluncurkan-dari-USS-Siloh.jpg)