Perang Rusia Vs Ukraina

Setelah Diberi Tank Challenger Zelensky Minta Inggris Kirim Jet Tempur

Presiden Ukraina Volodymir Zelensky datang ke Inggris, bertemu parlemen dan Raja Charles, dan meminta Inggris mengirim jet tempur ke Ukraina.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
UKRAINE PRESIDENTIAL PRESS OFFICE via AP PHOTO
Dalam foto yang disediakan oleh Kantor Pers Kepresidenan Ukraina ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, kiri, dan Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengamati penghancuran kendaraan militer Rusia yang dipasang di pusat kota Kyiv, Ukraina, Sabtu, 19 November 2022. Presiden Zelensky pada Rabu (14/12/2022), menyerukan bantuan jangka panjang untuk membersihkan negaranya dari ranjau dan persenjataan lain yang belum meledak. 

Selain itu, RAF tidak mengoperasikan pesawat tempur F-16 buatan AS yang secara luas diperdebatkan untuk disumbangkan ke Ukraina oleh Belanda atau anggota NATO lainnya.

Setelah mengandangkan pesawat serang dan pencegat Tornado serta pesawat pendukung jarak dekat jet lompat Harrier, satu-satunya pesawat tempur dalam layanan RAF adalah Eurofighter Typhoon.

Inggris hanya mengoperasikan sekitar 100 unit Thypoon, melengkapi lima skuadron garis depan, unit konversi operasional yang mengoperasikan varian pelatihan dua kursi.

Kondisi sulit di militer Inggris itu tidak menghentikan usaha mantan PM Inggris Boris Johnson menekan Sunak agar untuk lebih banyak pasokan senjata ke Ukraina.

“Kami memiliki lebih dari 100 jet Typhoon. Kami memiliki lebih dari 100 tank Challenger 2,” kata Johnson.

"Penggunaan tunggal terbaik untuk salah satu dari barang-barang ini adalah menyebarkannya sekarang untuk melindungi Ukraina - paling tidak karena itulah cara kami menjamin keamanan jangka panjang kami sendiri," tulisnya di akun Twitter.

Manuver Zelensky yan terus meminta bantuan senjata berat ke barat ini dikecam tokoh oposisi Ukraina, Viktor Medvedchuk.  

Menurutnya Zelensky telah menghancurkan Ukraina atas nama kepentingan barat.  Medvedchuk merupakan pemimpin kelompok oposisi For Life yang dilarang Kiev.

Ia kini berada di Rusia setelah ditangkap agen rahasia Ukraina. Ia lalu masuk skema pertukaran tawanan perang Rusia-Ukraina.

Menurut Medvedchuk, Zelensky telah gagal mengatur negara. Ia lebih banyak menyalahkan Rusia daripada ketidakmampuannya sendiri mengatasi masalah lebih mudah.

Medvedchuk dan Zelensky bersaing ketat sebelum perang menyelamatkan Zelensky. Keduanya terlibat permusuhan politik sangat sengit.

“Negara itu (Ukraina) terjerumus ke dalam api karena ego yang membengkak dari orang ini (Zelensky),” tulis Medvedchuk dikutip Russia Today.(Tribunjogja.com/RussiaToday/Sputnik/xna)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved