Perang Rusia Vs Ukraina
Setelah Diberi Tank Challenger Zelensky Minta Inggris Kirim Jet Tempur
Presiden Ukraina Volodymir Zelensky datang ke Inggris, bertemu parlemen dan Raja Charles, dan meminta Inggris mengirim jet tempur ke Ukraina.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, LONDON - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky datang ke Inggris, bertemu Perdana Menteri Rishi Sunak, parlemen Inggris, dan menemui Raja Charles III di Istana Buckingham.
Disambut hangat di London, Zelensky yang diterbangkan pesawat angkut raksasa C-17 Galaxy Royal Air Force, menyampaikan pidato di parlemen setelah bertemu Sunak.
Zelensky didampingi Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba dan Kepala Staf Kepresidenan Andriy Yermak.
Saat menginjakkan kaki di Bandara Stansted, Rabu (8/2/2023), ia disambut dan dipeluk hangat Perdana Menteri Rishi Sunak.
Kedua pemimpin kecil itu kemudian dibawa dengan limusin pemerintah ke Downing Street 10 untuk berfoto, sebelum menuju Gedung Parlemen.
Di tempat ini Sunak berpidato dan menerima dukungan untuk membantu Kiev. Dipimpin Ketua DPR Inggris Sir Lindsay Hoyle, sidang menghadirkan Zelensky ke podium.
“Inggris dan Ukraina berbaris bersama menuju kemenangan terbesar dalam sejarah kita," kata Zelensky di depan anggota parlemen di Westminster Abbey.
Baca juga: AS Kirimkan Rudal Jarak Jauh untuk Ukraina
Baca juga: Rusia Siapkan Taktik Jitu Jika Ukraina Terima Rudal Jarak Jauh
Baca juga: Volodymir Zelensky Anggap Presiden Vladimir Putin Bukan Siapa-siapa
Pernyataan Zelensky ironis dengan realita pertempuran, saat Ukraina kehilangan banyak front di Donbass.
"Kami tahu kebebasan akan menang, kami tahu Rusia akan kalah, dan kami benar-benar tahu kemenangan akan mengubah dunia dan ini akan menjadi perubahan yang sudah lama dibutuhkan dunia," kata Zelensky.
Zelensky biasanya menggunakan perjalanan luar negerinya untuk meminta lebih banyak bantuan keuangan dan militer dari pendukung baratnya untuk menopang rezimnya yang sedang berjuang.
Di kesempatan sebelumnya, Rishi Sunak mengumumkan militer Inggris mulai melatih marinir dan pilot Ukraina untuk menggunakan alat perang Inggris.
Pernyataan Sunak itu mengindikasikan Inggris akan memenuhi permintaan Zelensky untuk mengirimkan jet tempur ke Ukraina.
Kepada parlemen, Zelensky menyampaikan terima kasih untuk pesawat Inggris yang kuat yang dia harapkan sebagai hadiah.
Tetapi majalah pertahanan Inggris Jane melaporkan pada 27 Januari, Royal Air Force (RAF) telah mengandangkan armada pesawat latih jet BAE Hawk T2 karena masalah mesin setelah berbagai insiden.
Itu berarti RAF saat ini tidak dapat melatih pilot jet cepatnya sendiri, apalagi dari negara lain.
Selain itu, RAF tidak mengoperasikan pesawat tempur F-16 buatan AS yang secara luas diperdebatkan untuk disumbangkan ke Ukraina oleh Belanda atau anggota NATO lainnya.
Setelah mengandangkan pesawat serang dan pencegat Tornado serta pesawat pendukung jarak dekat jet lompat Harrier, satu-satunya pesawat tempur dalam layanan RAF adalah Eurofighter Typhoon.
Inggris hanya mengoperasikan sekitar 100 unit Thypoon, melengkapi lima skuadron garis depan, unit konversi operasional yang mengoperasikan varian pelatihan dua kursi.
Kondisi sulit di militer Inggris itu tidak menghentikan usaha mantan PM Inggris Boris Johnson menekan Sunak agar untuk lebih banyak pasokan senjata ke Ukraina.
“Kami memiliki lebih dari 100 jet Typhoon. Kami memiliki lebih dari 100 tank Challenger 2,” kata Johnson.
"Penggunaan tunggal terbaik untuk salah satu dari barang-barang ini adalah menyebarkannya sekarang untuk melindungi Ukraina - paling tidak karena itulah cara kami menjamin keamanan jangka panjang kami sendiri," tulisnya di akun Twitter.
Manuver Zelensky yan terus meminta bantuan senjata berat ke barat ini dikecam tokoh oposisi Ukraina, Viktor Medvedchuk.
Menurutnya Zelensky telah menghancurkan Ukraina atas nama kepentingan barat. Medvedchuk merupakan pemimpin kelompok oposisi For Life yang dilarang Kiev.
Ia kini berada di Rusia setelah ditangkap agen rahasia Ukraina. Ia lalu masuk skema pertukaran tawanan perang Rusia-Ukraina.
Menurut Medvedchuk, Zelensky telah gagal mengatur negara. Ia lebih banyak menyalahkan Rusia daripada ketidakmampuannya sendiri mengatasi masalah lebih mudah.
Medvedchuk dan Zelensky bersaing ketat sebelum perang menyelamatkan Zelensky. Keduanya terlibat permusuhan politik sangat sengit.
“Negara itu (Ukraina) terjerumus ke dalam api karena ego yang membengkak dari orang ini (Zelensky),” tulis Medvedchuk dikutip Russia Today.(Tribunjogja.com/RussiaToday/Sputnik/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Inggris-Siap-Pasok-Artileri-ke-Ukraina-Senilai-250-Juta-Pounsterling.jpg)