Perang Rusia Vs Ukraina

Politisi Prancis Marine Le Pen Peringatkan Pecahnya Perang Dunia Ketiga

Politisi Prancis Marine Le Pen memperingatkan potensi pecahnya Perang Dunia III saat NATO terus memasok senjata ke Ukraina.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Wikipedia Common
Tank tempur ringan AMX-10 buatan Prancis ini aktif di berbagai medan tempur sejak tahun 1980. Prancis menjanjikan bantuan tank tempur ini ke Ukraina. Indonesia juga masuk daftar pengguna tank AMX-10. 

TRIBUNJGJA.COM, PARIS – Politisi Prancis Marine Le pen memperingatkan keterlibatan NATO yang makin dalam di Ukraina dapat mengakibatkan Perang Dunia III.

Pemimpin Partai Reli Nasional Prancis itu tidak menentang mempersenjatai Ukraina tetapi mengajukan pertanyaan tentang apa yang mungkin dihasilkan dari perang dengan Rusia.

Kepala faksi oposisi terbesar di Prancis, Marine Le Pen, mengatakan setuju terhadap pandangan pemimpin sayap kanan Florian Philippot.

Strategi NATO yang menunjukkan bantuan militer langsung ke Ukraina dapat mengakibatkan Perang Dunia III, yang seharusnya dihindari.

Selama debat tentang situasi di Ukraina di Majelis Nasional, pada hari Selasa, pemimpin partai Reli Nasional itu mengatakan pasokan senjata ofensif secara bertahap dapat mengubah konflik ini menjadi perang seratus tahun.

Ia menekankan keterlibatan total NATO dalam konflik demi kemenangan hipotetis untuk Ukraina akan menyebabkan perang dunia ketiga.

Le Pen tidak sepenuhnya menentang keputusan memasok Kiev dengan senjata ofensif.

Namun ia menggarisbawahi pentingnya menanyakan apakah eskalasi lebih lanjut di Kiev konsekuensinya tidak diketahui.

Le Pen secara signifikan mengatakan kelanjutan dari konflik ini selamanya dapat mengubah keseimbangan kekuatan di dunia.

Baca juga: Erdogan Kritik Presiden Prancis, Anggap Macron Tak Mampu Jadi Tokoh Global

Baca juga: Eks Tentara Prancis Minta Suaka ke Rusia, Saksi Kejahatan Perang Pasukan Ukraina

Baca juga: Prancis Pasok Tank AMX-10, AS Akan Kirim Ranpur Bradley ke Ukraina

Dia mengkonsolidasikan argumen ini dengan mengemukakan fakta perang di Ukraina telah mengakibatkan putusnya hubungan Eropa dan Rusia.

Pada akhirnya menyebabkan Rusia menjadi mitra istimewa China dan India.

"Mulai saat ini, perlu untuk mulai meletakkan dasar perdamaian. Oleh karena itu, Nyonya Perdana Menteri, saya dengan sungguh-sungguh menyampaikan seruan ini kepada Anda: agar Presiden (Emmanuel Macron) didengar oleh dunia, dan untuk memelihara harapan , perlu mengadakan konferensi besar untuk semua pihak (yang berkonflik) demi perdamaian," kata Le Pen.

Sebelumnya pada hari itu, pemimpin partai sayap kanan Eurosceptic Perancis The Patriots, Florian Philippot, mengatakan strategi NATO terhadap bantuan militer ke Ukraina dapat mengakibatkan Perang Dunia III.

Lewat cuitan di akun Twitter, politisi itu mengatakan China secara resmi menuntut agar AS berhenti memasok senjata ke Ukraina.

“Ini menjadi sangat, sangat serius! Apakah kita akan berlomba menuju Perang Dunia III atau berhenti mengikuti NATO dan strategi perang Amerikanya? seperti pudel?!" cuitnya.

Hanya 10 hari yang lalu, Philippot men-tweet politisi Amerika bertujuan untuk memicu perang dunia di Eropa.

Tentara Merah Soviet menerobos koridor sempit yang diawasi pasukan Nazi Jerma di luar kota Leningrad yang terkepung selama Perang Dunia Kedua.
Tentara Merah Soviet menerobos koridor sempit yang diawasi pasukan Nazi Jerma di luar kota Leningrad yang terkepung selama Perang Dunia Kedua. (SPUTNIKNEWS)

"Di bawah tekanan dari para elang Amerika, negara-negara UE mengalami delirium total atas pengiriman senjata yang semakin berat kepada (Presiden Ukraina Volodymyr) Zelensky," tulis Philippot.

Ia menambahkan para "elang Amerika” menginginkan perang dunia, di Eropa.

Pada hari yang sama Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menyatakan AS adalah penghasut utama dan pemicu perang di Ukraina.

Dia menyatakan berlawanan dengan klaim kepeduliannya terhadap Ukraina, pasokan senjata yang terus menerus ke Ukraina bertentangan dengan klaim tersebut.

Paris Kembali Kirim Meriam Caesar

Perkembangan lain dari Prancis, Menteri Pertahanan Prancis Sebastien Lecornu mengkonfirmasi rencana Prancis mengirim 12 howitzer yang dipasang di truk Caesar ke Ukraina.

Artileri itu menambah 18 yang sudah dikirim, akan dibiayai dari dana 200 juta euro ($ 217 juta) yang disiapkan Prancis untuk mendanai senjata untuk Kiev.

Menhan Prancis mengatakan batch baru howitzer akan dikirimkan dalam beberapa minggu mendatang.

Denmark juga telah menjanjikan seluruh armada howitzer buatan Prancis yang berkekuatan 19 unit ke Ukraina.

Prancis pada awal Desember adalah pendukung Ukraina terbesar ke-7 sejak perang pecah, menurut data bantuan militer dan keuangan yang dikumpulkan oleh wadah pemikir Institute for the World Economy yang berbasis di Jerman.

Tetapi donor Eropa masih jauh dari komitmen bantuan militer Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan Kiev mengharapkan bantuan hingga 140 tank berat.

"Angkatan bersenjata Ukraina akan menerima antara 120 dan 140 tank barat modern," kata Kuleba kepada wartawan, menggambarkan angka itu sebagai sumbangan gelombang pertama.

"Ini adalah Leopard 2, Challenger 2, M1 Abrams," katanya, tanpa menentukan jadwal pengiriman.

“Kami juga sangat mengandalkan Leclerc,” kata Menteri Ukraina mencatat, merujuk pada tank tempur Prancis.

Menurut Kuleba, 12 negara telah setuju untuk menyediakan tank ke Ukraina.

Setelah berminggu-minggu musyawarah, AS dan Jerman minggu lalu mengumumkan pengiriman tank berat Abrams dan Leopard mereka ke Ukraina.(Tribunjogja.com/RussiaToday/AlMayadeen/xna)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved