Politik Global
Pentagon Janjikan ke Korsel Siap Perang Dalam Satu Malam
Menteri Pertahanan AS menegaskan komitmen AS melindungi Korea Selatan dari ancaman nuklir Korea Utara. Pasukan AS siap dalam semalam untuk bertempur.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, SEOUL – Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menegaskan komitmen kuat Washington sebagai pelindung Korea Selatan atas ancaman dari Korea Utara.
Kehadiran puluhan ribu tentara AS berikut semua persenjataan canggihnya di Korsel diharapkan memberi keyakinan, pasukannya akan siap tempur dalam satu malam.
Pesan kuat itu disampaikan Lloyd Austin lewat tulisannya yang dipublikasikan lewat editorial kantor berita Yonhap, Selasa (30/1/2023) waktu Seoul.
Itulah menurut Austin, mengapa Pentagon memperluas cakupan dan skala latihan gabungan militer Bersama Korsel dan Jepang.
“Kami menggabungkan elemen tembakan langsung, yang akan meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan kami untuk ‘Fight Tonight’ jika perlu,” tulis Austin dikutip Russia Today.
Lloyd Austin juga menegaskan kembali komitmen Washington mengerahkan semua kemampuan militer konvensional dan nuklir AS jika diperlukan.
Langkah itu dilakukan untuk mencegah apa yang dia gambarkan sebagai tindakan destabilisasi yang semakin meningkat oleh Korea Utara.
Pernyataan Austin ini berbarengan dengan kunjungan ketiganya ke Seoul sebagai pemimpin Pentagon.
Baca juga: Tutup Tahun 2022, Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Timur Semenanjung Korea
Baca juga: Respon Rencana Jepang Perkuat Militernya, Korea Utara Ancam Akan Berikan Tindakan Tegas
Austin mengklaim hanya kehadiran ribuan tentara Amerika dan aset militer paling canggih yang dapat memastikan perdamaian selama tujuh dekade di semenanjung tersebut.
Kedua belah pihak terus mencari cara untuk meningkatkan "aktivitas pencegahan" mereka terhadap ancaman dari utara.
“Kami berkomitmen melakukan lebih banyak lagi, termasuk latihan meja berbasis skenario yang semakin kompleks yang berfokus pada ancaman nuklir di semenanjung,” katanya.
Kunjungannya ke Seoul antara lain memeriksa kemampuan paling canggih pasukan AS untuk menunjukkan peran dalam krisis atau konflik.
AS mempertahankan kekuatan sekitar 28.500 tentara di Korea Selatan dan mengadakan latihan militer rutin bersama Seoul.
Latihan itu dikecam Pyongyang, dianggap sebagai provokasi dan latihan untuk invasi potensial.
Tahun lalu, Korea Utara meningkatkan uji misilnya dan mengabadikan penggunaan senjata nuklir ke dalam undang-undang nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/beberapa-hari-setelah-kunjungan-pejabat-as-ke-jepan-dan-korsel-korea-utara-gelar-uji-coba-rudal.jpg)