Berita Internasional

Respon Rencana Jepang Perkuat Militernya, Korea Utara Ancam Akan Berikan Tindakan Tegas

Dengan nilai kontrak sebesar 320 miliar dollar Amerika, Jepang menjadi pembelanja militer terbesar ketiga di dunia setelah AS dan China.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
STR / KCNA VIA KNS / AFP
Gambar tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 27 November 2022 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah kanan) dan putrinya (tengah kiri) berpose dengan tentara yang berkontribusi dalam uji tembak rudal balistik antarbenua (ICBM) baru, di lokasi yang tidak diketahui di Korea Utara. 

TRIBUNJOGJA.COM, PYONGYANG - Korea Utara mengancam akan memberikan tindakan tegas terhadap Jepang terkait dengan rencana Negeri Sakura yang ingin membangun sistem keamanan bernilai 320 miliar dollar Amerika.

Ancaman itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Korea Utara pada Selasa (20/12/2022).

Namun tidak diketahui secara detail soal tindakan tegas apa yang akan dilakukan oleh Korea Utara terhadap Jepang tersebut.

Jepang saat ini memang tengah berupaya meningkatkan kemampuan serangan balik dan untuk menanggapi ancaman yang ditimbulkan oleh China, Rusia, dan Korea Utara.

Langkah Jepang yang ingin meningkatkan kemampuan militernya itu disusun untuk jangka waktu lima tahun kedepan.

Dengan nilai kontrak sebesar 320 miliar dollar Amerika, Jepang menjadi pembelanja militer terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat (AS) lalu China.

Baca juga: Tonton dan Distribusikan Drakor, 2 Pelajar SMA di Korea Utara Dieksekusi Mati, Ditembak di Bandara

"Strategi keamanan baru Jepang secara efektif meresmikan kebijakan agresi baru," kata juru bicara kementerian luar negeri Pyongyang dalam sebuah laporan yang diterbitkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara seperti yang dikutip dari Tribunnews.com.

"Secara mendasar mengubah lingkungan keamanan Asia Timur," imbuhnya.

"Menanggapi langkah Jepang untuk mewujudkan ambisi tidak adil dan berlebihan, Korea Utara akan terus menunjukkan betapa prihatin dan tidak senangnya kami dengan tindakan praktis," kata juru bicara tersebut.

Pejabat tinggi Pyongyang itu juga mengecam AS karena meninggikan dan menghasut rencana persenjataan kembali dan invasi ulang pemerintah Jepang.

Dia menambahkan bahwa Washington tidak berhak mengangkat masalah dengan upaya Pyongyang untuk memperkuat pertahanannya sendiri. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved