Berita Jogja Hari Ini
Minyakita di Pasar Beringharjo Kosong, Konsumen Beralih ke Minyak Curah
Ketersediaan minyak goreng Kementerian Perdagangan, Minyakita di Pasar Beringharjo kosong. Pedagang minyak goreng Pasar Beringharjo, Surati mengatakan
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketersediaan minyak goreng Kementerian Perdagangan, Minyakita di Pasar Beringharjo kosong. Pedagang minyak goreng Pasar Beringharjo, Surati mengatakan sebelum terjadi kekosongan, sempat terjadi kelangkaan.
"Sudah terjadi sebulan ini, awalnya agak susah nyari barang, sekarang kosong. Kalau sebelumnya mau ambil berapa aja bisa, terus kemudian dibatasi,terus sekarang kosong," katanya, Selasa (31/01/2023).
Untuk memperoleh Minyakita, Surati pun pernah diminta untuk membeli produk lain.
Baca juga: Dari Jogja, IFC Usung Semangat Menduniakan Fashion Indonesia Berbasis Wastra Nusantara
"Kemarin disuruh beli apa-apa (produk lain), jadi saya beli 5 karton Minyakita, ditambah 2 karton Hemart, sama Margarin. Sudah jadi satu paket," sambungnya.
Ia menyebut harga minyak goreng Minyakita pun lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) yang tertera pada kemasan.
Pasalnya harga Minyakita hanya Rp14.000, namun saat ini dijual Rp16.000.
Kekosongan tersebut membuat konsumen beralih ke minyak curah yang lebih murah. Ia menjual minyak curah dengan harga Rp15.000 per liter.
Baca juga: Tiga Anak SD di Maguwoharjo Sleman Nyaris Jadi Korban Penculikan, Ini Kronologinya
"Dulu kan pada beli Minyakita karena lebih murah, karena sekarang kosong ya jadi beli minyak curah yang lebih murah, harganya kan Rp15.000 per liter," lanjutnya.
Surati menyebut ada peningkatan permintaan minyak curah setelah Minyakita kosong.
Jika sebelumnya penjualan minyak curah sekitar 70-80 liter, saat ini penjualan minyak curah bisa mencapai 90-100 liter.
Meski ada peningkatan permintaan minyak curah, ketersediaan minyak curah saat ini aman. (maw)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Penyebab-Harga-Minyak-Goreng-Naik-Tajam-versi-Pemerintah-Indonesia.jpg)