Perang Rusia Vs Ukraina
Inggris Tak Ingin Tank Challenger 2 Jatuh ke Tangan Pasukan Rusia
Para pemimpin militer Inggris tak ingin tank-tank Challenger 2 yang dikirim ke Ukraina jatuh ke tangan pasukan Rusia.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, LONDON – Para pemimpin militer Inggris berusaha meminta jaminan Ukraina agar tank Challenger 2 yang akan dikirim London tidak jatuh ke tangan pasukan Rusia.
Karenanya, tank-tank Chalellenger nantinya akan dikerahkan ke area-area pertempuran yang minim risiko kendaraan tempur berat itu bisa diambilalih lawan.
Inggris adalah negara barat pertama yang menjanjikan pengiriman 14 tank tempur utama (MBT) Challenger 2 ke Kiev, bersama dengan amunisi, pelatihan, dan dukungan logistik.
Pada 15 Januari 2023, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengumumkan negara itu akan mengirim 14 tank Challenger 2 ke Ukraina.
Awal pekan ini, Wakil Menteri Pertahanan Inggris Alex Chalk mengatakan tank akan dipasok pada akhir Maret dan militer Ukraina akan memulai pelatihan untuk mengoperasikannya pada 30 Januari.
Baca juga: Rusia Siapkan Robot dan Rudal Kornet Hadapi Tank Abrams dan Leopard
Baca juga: Jerman Resmi Umumkan Akan Kirim 14 Tank Tempur Utama Leopard ke Ukraina
Baca juga: Prancis Pasok Tank AMX-10, AS Akan Kirim Ranpur Bradley ke Ukraina
Jerman juga berkomitmen untuk mengirim 14 tank Leopard 2A6 ke Ukraina, setelah berulang kali didorong untuk melakukannya oleh beberapa sekutu Uni Eropa dan NATO.
AS mengatakan akan mengirim 31 tank Abrams dan delapan kendaraan pemulihan M88, mencatat pengiriman itu akan memakan waktu yang cukup lama.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memperingatkan setiap pengiriman senjata di wilayah Ukraina akan menjadi target yang sah bagi pasukan Rusia.
Kekhawatiran tank-tank barat akan jatuh ke tangan Rusia mengemuka, karena dianggap bisa membahayakan penguasaan teknologi kendaraan tempur berat itu.
“Jika sebuah tank dihancurkan atau dinonaktifkan, opsi pertama adalah selalu mencoba dan memulihkan diri. Anda bisa menariknya dengan tank lain atau menggunakan kendaraan perbaikan,” kata seorang pejabat militer Inggris.
Opsi terburuk menurut sumber pertahanan Inggris itu, tank dihancurkan jika garis depan runtuh dan pasukan Ukraina terpaksa mundur.
“Langkah pertama adalah pelatihan guna memastikan Challenger tidak dapat digunakan lagi jika front runtuh,” kata pejabat yang tak disebutkan namanya.
Pada tingkat taktis, kru Ukraina dilatih untuk memperbaiki kerusakan tank yang ditembaki. “Mereka tentu saja tidak boleh kekurangan keberanian,” tambah sumber itu.
“Rusia akan putus asa untuk mencoba dan membunuh dan menangkap Challenger 2, sebagian untuk propaganda mereka tetapi juga untuk mendapatkan rahasianya,” sumber lain menunjukkan.
Pilihan lain adalah meminta tentara bayaran untuk memulihkan tank yang rusak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tank-Challenger-2-buatan-Inggris.jpg)