Perang Rusia Vs Ukraina
Polandia Diam-diam Sudah Kirim Jet Tempur MiG-29 ke Ukraina
Polandia diam-diam sudah mengirimkan jet tempur MiG-29 ke Ukraina. Pesawat dikirim terpisah-pisah di bawah kedok suku cadang pesawat.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Presiden Ukraina Vladimir Zelensky berterima kasih kepada rekan-rekan Jerman dan Amerika atas keputusan mereka untuk mengirim tank.
Tapi ia menuntut lebih besar lagi. “Kita juga harus membuka pengiriman rudal jarak jauh ke Ukraina, ini penting,” kata Zelensky.
Keputusan Washington mengirim 31 tank Abrams memecahkan kebuntuan dengan Berlin, yang telah menolak mengirim tank Leopard 2 miliknya atau reekspor negara ketiga.
Penasihat utama Zelensky, Mikhail Podolyak, mengatakan kepada Telegraph pada Rabu ia mengharapkan pendukung Ukraina untuk menyediakan rudal jarak jauh.
“Saat ini kami melihat perubahan sentimen yang tajam di antara elite politik negara-negara Eropa, yang memahami kami perlu mentransfer semua peralatan, termasuk kendaraan lapis baja,” katanya.
“Kami akan mencapai, saya yakin, tidak diragukan lagi, kesepakatan tentang rudal jarak jauh,” imbuhnya.
Penasihat itu menambahkan hanya rudal jarak jauh yang bisa menghancurkan hampir seluruh infrastruktur pasukan belakang Rusia.
Dari London, pemerintah Inggris menyatakan tidak memiliki rencana mengirim jet tempur Typhoon ke Ukraina.
Sikap itu diambil karena kekhawatiran langkah tersebut akan menyebabkan eskalasi konflik antara Moskow dan Kiev.
Menurut sumber Angkatan Udara Kerajaan yang dikutip The Telegraph, pengiriman pesawat tempur ke Kiev dipandang terlalu berlebihan.
Apalagi pelatihan pilot jet tempur Typhoon memerlukan waktu bertahun-tahun karena pilot Ukraina terbiasa menerbangkan pesawat Soviet.
Tetapi London tidak mengesampingkan penyediaan rudal presisi jarak jauh kepada Ukraina. Pemerintah Belanda sempat mengatakan siap mengirim jet tempur F-16 ke Ukraina.
Tapi belakangan PM Mark Rutte mengelak dan mengesampingkan pembicaraan tentang isu itu.
Duta Besar Rusia untuk Jerman, Sergey Nechayev, mengatakan pengiriman tank Leopard 2 jelas menunjukkan Jerman dan sekutu terdekatnya tidak tertarik solusi diplomatik di Ukraina.
Moskow telah berulang kali memperingatkan barat agar tidak memberikan senjata kepada Ukraina, dengan alasan itu hanya akan memperpanjang konflik.
Anatoly Antonov, Dubes Rusia untuk Washington, menggambarkan pengiriman tank sebagai provokasi terang-terangan, tapi snjata itu akan dihancurkan.(Tribunjogja.com/RussiaToday/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/MiG-29-Angkatan-Udara-Bulgaria-mendarat-di-pangkalan-udara-Graf-Ignatievo-dekat-Plovdiv.jpg)