Perang Rusia Vs Ukraina

Dubes Antonov : Rusia Akan Hancurkan Tank Abrams Kiriman Pentagon

Dubes Rusia untuk AS Anatoly Antonov mengatakan Rusia akan menghancurkan tank-tank tempur M1A Abrams jika AS mengirimkannya ke medan perang Ukraina.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TASS
Tank tempur dan kendaraan lapis baja Rusia memiliki banyak varian. Termasuk ranpur yang dilengkapi meriam howitzer otomatis. Kendaraan ini akan jadi lawan sepadan tank tempur M1A Abrams buatan AS. 

TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON - Duta Besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov, mengatakan, pengiriman tank M1A Abrams ke Ukraina akan jadi provokasi terang-terangan terhadap Rusia.

Ia memperingatkan militer Rusia akan menghancurkan tank-tank buatan AS itu. Media AS melaporkan Presiden AS Joe Biden akan mengumumkan pengiriman antara 30-50 tank Abrams ke Ukraina.

“Jika keputusan untuk mentransfer M1 Abrams ke Kiev dibuat, tank Amerika tanpa keraguan akan dihancurkan seperti semua peralatan militer NATO lainnya,” kata Antonov lewat kanal Telegram Kedubes Rusia dikutip Sputniknews, Kamis (25/1/2023).

“Jika Amerika Serikat memutuskan untuk memasok tank, tidak mungkin untuk membenarkan langkah tersebut dengan menggunakan argumen tentang 'senjata pertahanan,” katanya.

“Ini akan menjadi provokasi terang-terangan terhadap Federasi Rusia. Seharusnya tidak ada yang memiliki ilusi tentang siapa agresor sebenarnya dalam konflik saat ini," lanjut Antonov.

Duta Besar menambahkan AS sengaja mencoba untuk menimbulkan kekalahan strategis di Rusia dan memberikan lampu hijau untuk menggunakan bantuan Amerika untuk menyerang Krimea.

"Semakin banyak pejabat dan pakar di Amerika mengakui: ini semua tentang 'perang proksi' AS dengan negara kita," tambahnya.

Antonov mengatakan, Amerika terus-menerus meningkatkan bantuan militer kepada pemerintah boneka mereka.

Terutama terlihat jelas ketika militer Rusia mendapatkan kemenangan baru dan dengan percaya diri membebaskan wilayah Rusia dari ancaman Nazi.

Baca juga: Profil Tank Tempur M1A Abrams yang Akan Dikirim Pentagon ke Ukraina

Baca juga: Jerman Setuju Kirim Tank Leopard 2A4, Amerika Janji Pasok Tank M1A Abrams

Negara-negara barat meningkatkan dukungan militer mereka untuk Ukraina setelah Rusia melancarkan operasi militer khusus di sana pada 24 Februari 2022.

Operasi digelar sebagai tanggapan atas permintaan bantuan Republik Donetsk dan Lugansk yang memisahkan diri dari Kiev.

Pada April 2022, Moskow mengirim catatan ke negara-negara anggota NATO yang mengecam bantuan militer mereka ke Kiev.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memperingatkan setiap pengiriman senjata di wilayah Ukraina akan menjadi target yang sah bagi pasukan Rusia.

Jerman dan AS Sepakat

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved